
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Drama panas mewarnai leg pertama playoff Liga Champions UEFA dini hari tadi. Bukan cuma soal gol penentu kemenangan, tapi juga insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid CF, Vinícius Júnior.
Madrid menang tipis 1-0 atas SL Benfica di Estadio da Luz, Rabu (18/2) WIB. Vinicius jadi pembeda lewat gol indahnya, namun momen bahagia itu justru ternoda ejekan rasial.
Gol kelas dunia Vinicius
Setelah babak pertama berjalan ketat, Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-50.
Serangan balik cepat dimulai dari Kylian Mbappé di sisi kanan. Umpan terobosan dilepaskan ke arah Vinicius yang menusuk dari kiri.
Tanpa banyak sentuhan, winger asal Brasil itu langsung melepaskan tembakan keras dari sudut kotak penalti. Bola meluncur mulus ke gawang. Gol cantik.
Vinicius merayakan dengan tarian khasnya di dekat bendera pojok. Namun selebrasi itu justru berujung kartu kuning karena dianggap berlebihan oleh wasit. Keputusan yang sempat diprotes pemain 25 tahun tersebut.
Diduga jadi korban rasisme
Situasi makin panas beberapa saat kemudian.
Sebelum kick-off ulang, Vinicius menghampiri wasit karena mengaku mendapat hinaan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Sejumlah laporan media Eropa menyebut Vinicius diledek dengan sebutan “monyet”. Ia terlihat sangat emosional dan sempat menolak melanjutkan laga.
Pertandingan pun berhenti beberapa menit sebelum akhirnya kembali berjalan setelah situasi mereda.
Insiden ini kembali menambah daftar panjang kasus rasisme yang dialami Vinicius di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir.
PSG comeback dramatis
Di laga lain, Paris Saint-Germain FC juga meraih kemenangan dramatis 3-2 atas AS Monaco FC di Stade Louis II.
Monaco sempat mengejutkan lewat dua gol cepat Folarin Balogun.
PSG bangkit. Désiré Doué mencetak gol pembuka sebelum Achraf Hakimi menyamakan skor. Doué akhirnya memastikan comeback lewat gol keduanya pada menit ke-67.
Kemenangan ini jadi modal penting PSG menatap leg kedua.
Sumber : CNN Indonesia