![]() |
| Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. FOTO-KOMPAS.COM |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan kepuasannya setelah tim asuhannya menyingkirkan Jepang dan memastikan tiket ke final AFC Futsal 2026. Ia menyebut kemenangan tersebut lahir dari keberanian tim untuk bangkit di momen krusial pertandingan.
Dalam laga semifinal yang berlangsung di Indonesia Arena, Timnas Futsal Indonesia menang dramatis 5-4 atas Jepang melalui babak tambahan waktu. Pertandingan berjalan ketat dengan jual beli serangan sejak menit awal.
Indonesia unggul lebih dulu 2-0 lewat gol Samuel Eko dan gol bunuh diri Takehiro Motoishi. Jepang kemudian menyamakan kedudukan melalui Motoishi dan Kazuya Shimizu.
Gol Firman Adriansyah pada menit ke-38 sempat membawa Indonesia kembali unggul 3-2. Namun keunggulan itu buyar setelah Shimizu mencetak gol penyeimbang lewat titik penalti, memaksa laga berlanjut ke extra time.
Di babak tambahan, Indonesia tampil lebih efektif. Gol Reza Gunawan membawa Garuda Asia unggul, sebelum Dewa Rizki mengunci kemenangan 5-4 dengan memanfaatkan kegagalan power play Jepang.
Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya Timnas Futsal Indonesia berhasil menembus final Piala Asia Futsal.
Berbeda dengan laga sebelumnya, Hector Souto memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya, khususnya atas respons mereka setelah kehilangan keunggulan.
“Saya pikir pertandingannya sangat sulit, benar-benar sulit seperti yang saya perkirakan. Saya mengatakan kepada para pemain bahwa kami harus memainkan pertandingan yang sempurna, dan saya pikir kami menjalani babak pertama dengan sangat baik,” kata Souto dikutip CNN Indonesia.
Ia mengakui permainan Indonesia sempat berubah di babak kedua saat unggul 2-0.
“Di babak kedua saya meminta pemain untuk lebih menguasai bola dan menciptakan peluang. Sayangnya kami bermain terlalu direct. Mungkin di pikiran mereka, skor 2-0 sudah cukup. Tapi melawan Jepang, Iran, atau tim kuat lainnya, itu tidak pernah cukup,” ujarnya.
Souto menilai momen kebangkitan Indonesia terjadi saat skor kembali imbang 2-2. Perubahan detail permainan menjadi kunci terciptanya gol-gol penentu.
“Itu sangat penting bagi kami. Ketika skor 4-3 dan mereka bermain power play, kami merebut bola. Kami punya gagasan yang sangat jelas tentang apa yang ingin kami lakukan, dan kami mencetak gol. Itulah inti dari pertandingan ini,” tutur Souto.
Timnas Futsal Indonesia kini tinggal selangkah lagi mencetak sejarah baru di level Asia.
Editor : Muhammad Robby
