SUARAMILENIAL.ID, BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mulai mematangkan arah pembangunan tahun depan dengan turun langsung menyerap aspirasi warga. Lewat forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, masyarakat diberi ruang menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri menghadiri langsung Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Aula Kantor Kecamatan Karau Kuala, Bangkuang, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan peresmian kantor kecamatan yang baru.
Menurut Eddy, Musrenbang bukan sekadar agenda formal tahunan, tapi forum penting untuk memastikan pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga desa dan kelurahan.
“Forum ini jadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat, supaya arah pembangunan tepat sasaran,” ujarnya.
Fokus Hilirisasi dan Ketahanan Pangan-Energi
Tahun 2027 menjadi tahun kedua pelaksanaan RPJMD Barsel 2025–2029. Pemkab mengusung tema penguatan hilirisasi berbasis sumber daya lokal untuk ketahanan pangan dan energi berkelanjutan.
Artinya, pemerintah ingin mendorong ekonomi daerah lewat pengolahan potensi lokal, bukan hanya menjual bahan mentah.
“Komitmen kita jelas, memperkuat hilirisasi, memberdayakan masyarakat, membuka lapangan kerja, sekaligus menekan kemiskinan,” kata Eddy.
Target Pembangunan 2027
Pemkab Barsel juga mematok sejumlah target ambisius untuk tahun 2027, di antaranya:
• Pertumbuhan ekonomi: 6,45 persen
• Kemiskinan turun jadi: 3,77 persen
• Pengangguran terbuka: 3,09 persen
• Indeks Gini: 0,256
• IPM naik jadi: 76,44
Target tersebut naik cukup signifikan dibanding capaian 2025.
Anggaran Terbatas, Cari Skema Alternatif
Meski begitu, Eddy mengakui tantangan terbesar datang dari keterbatasan anggaran. Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) membuat ruang fiskal makin sempit.
Sebagai solusi, pemerintah daerah akan:
• mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
• menjajaki pendanaan alternatif
• membuka skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan infrastruktur
Pemkab juga menerapkan prinsip money follows program, artinya anggaran difokuskan hanya untuk program yang benar-benar berdampak langsung ke masyarakat.
Pasar Murah Ikut Digelar
Tak cuma bicara perencanaan, kegiatan Musrenbang juga dibarengi aksi nyata. Kecamatan Karau Kuala menggelar pasar murah dengan 100 paket sembako.
Satu paket berisi beras 5 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter. Harga normal Rp120 ribu, tapi warga cukup membayar Rp50 ribu berkat subsidi pemerintah.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga mengadakan gerakan pangan murah berisi gula, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih.
Kolaborasi Jadi Kunci
Musrenbang dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, BPS, BPN, PDAM, hingga tokoh masyarakat dan pemuda. Eddy berharap kolaborasi semua pihak jadi kunci keberhasilan pembangunan Barsel.
Ia menargetkan Barsel tak hanya sejahtera, tapi juga mampu menjadi penyangga pangan dan energi bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Semoga Musrenbang ini menghasilkan kesepakatan terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Barito Selatan,” tutupnya.
