SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melibatkan 1.582 agen Reduce, Reuse, Recycle (3R) untuk mengendalikan timbulan sampah selama pelaksanaan Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengatakan pengurangan sampah plastik dan pemilahan sampah dari sumber menjadi fokus utama, agar aktivitas ekonomi ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan kota.
“Kita harus mengurangi penggunaan sampah plastik dan memilah sampah organik dan nonorganik. Jangan dicampur,” ujar Yamin usai pembukaan Pasar Wadai Ramadan di Banjarmasin seperti dilansir Antara, Kamis.
Ia menjelaskan, para agen 3R yang telah diluncurkan tersebut bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat dan pedagang mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, mereka juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta pengolahan lanjutan sampah, seperti pembuatan kompos.
Menurut Yamin, pendekatan berbasis agen di tingkat masyarakat diharapkan dapat menekan beban tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus memperkuat budaya pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek kebersihan, kehalalan, dan keamanan pangan dalam penyelenggaraan Pasar Wadai.
Ia menilai kesadaran kolektif pedagang dan pengunjung menjadi kunci agar tradisi tahunan tersebut tidak hanya meningkatkan perputaran ekonomi UMKM, tetapi juga tetap menjaga lingkungan.
Menurut Hasnuryadi, Pasar Wadai sebagai salah satu ikon Ramadan di Banjarmasin perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun kesehatan.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap penguatan peran agen 3R pada momentum Ramadan ini dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan besar di daerah tersebut.
Editor : Hendry Rusadi
