SUARAMILENIAL.ID, PASER — Fitriadi (43), pendulang pasir yang dilaporkan terseret arus di Sungai Kandilo, Desa Songka, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, ditemukan meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Korban ditemukan sekitar 500 meter ke arah hilir dari lokasi awal kejadian di Sungai Kandilo.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan Dody Setiawan melalui Komandan Regu (Danru) Tim Rescue Adi Sudjoko mengatakan, sebelum pencarian dimulai, tim SAR gabungan melaksanakan briefing pada pukul 07.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran sejauh kurang lebih dua kilometer.
“Korban ditemukan sekitar 500 meter ke arah hilir dari lokasi awal kejadian,” ujar Adi Sudjoko.
Ia menjelaskan, proses pencarian sempat menghadapi kendala arus sungai yang deras serta potensi bahaya satwa liar, termasuk buaya, di sekitar lokasi.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI/Polri, BPBD Paser, Damkar, PMI, Linmas, potensi SAR dari perusahaan sekitar, serta masyarakat setempat.
Untuk mempercepat pencarian, tim mengerahkan peralatan SAR air dan perlengkapan selam guna memaksimalkan penyisiran di aliran sungai.
Sejumlah sarana pendukung juga digunakan, seperti rescue car, perahu karet (rubber boat), perahu ketinting milik warga, serta peralatan komunikasi dan medis.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi menuju Puskesmas Batu Kajang untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR menggelar debriefing dan secara resmi menutup operasi pencarian pada pukul 11.30 Wita.
Dody Setiawan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan.
“Seluruh satuan yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan. Kami juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban,” katanya.
Editor : Muhammad Robby
