Sarwendah Serahkan Bukti ke Polisi, Tegaskan Dua Putrinya Anak Kandung Ruben Onsu

 

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Sarwendah akhirnya angkat bicara dan mengambil langkah tegas terkait isu yang menyerang keluarganya. Istri presenter Ruben Onsu itu mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban atas dugaan pencemaran nama baik yang beredar di media sosial.

Kehadirannya bukan tanpa persiapan. Sarwendah datang membawa sejumlah bukti penting untuk menepis tudingan yang menyebut anak-anaknya bukan anak kandung Ruben Onsu.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa bukti tersebut diserahkan langsung kepada penyidik.

“Jadi kita serahkan bukti-bukti bahwa memang anak itu adalah anak dari klien kami,” ujar Chris kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Kasus ini bermula dari konten yang beredar di akun TikTok @vina.run. Akun tersebut diduga menyebarkan fitnah soal asal-usul anak Sarwendah dan Ruben, termasuk tuduhan bahwa putri mereka bukan darah daging Ruben Onsu.

Menurut pihak kuasa hukum, informasi tersebut sama sekali tidak benar dan sudah masuk kategori pencemaran nama baik.

“Di sana mereka memfitnah. Menyebut bukan anak klien kami dan segala macam. Klien kami juga bingung kenapa terus diserang,” jelas Chris.

Tak hanya sekali, serangan serupa disebut terjadi berulang kali. Karena itu, Sarwendah merasa ada pihak tertentu yang sengaja menyudutkan dirinya lewat media sosial.

Meski begitu, pihaknya memilih menempuh jalur hukum secara perlahan dan terukur.

“Kami akan hadapi pelan-pelan sampai tahu siapa pelaku sebenarnya,” lanjutnya.

Ruben Onsu sendiri sebelumnya telah resmi melaporkan pemilik akun Instagram dan TikTok @vina.run ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/5364/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporannya, Ruben menjerat terlapor dengan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah. Selain itu, turut dikenakan Pasal 27 Ayat (3) UU ITE, serta pasal lain yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Bagi Sarwendah dan Ruben, kasus ini bukan hanya soal nama baik, tapi juga menyangkut privasi dan masa depan anak-anak mereka.

Pihak keluarga berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial.

“Jangan asal bicara dan jangan menyebarkan fitnah,” tegas Chris.

Langkah hukum ini sekaligus jadi pesan jelas: dunia digital bukan tempat bebas menyebar tuduhan tanpa bukti. Karena di balik layar, ada keluarga dan anak-anak yang bisa terluka.

Sumber : detiknews

Lebih baru Lebih lama