Video Kelapa Muda Viral, SPPG Muara Badak Klarifikasi Menu MBG Bukan Hanya Buah

 

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gas Alam Badak Satu akhirnya angkat bicara terkait video pembagian kelapa muda kepada siswa SDN 001 Muara Badak yang viral di media sosial.

SUARAMILENIAL.ID, MUARA BADAK – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gas Alam Badak Satu akhirnya angkat bicara terkait video pembagian kelapa muda kepada siswa SDN 001 Muara Badak yang viral di media sosial.

Video berdurasi 17 detik yang beredar sejak Jumat (13/2/2026) di sejumlah akun, salah satunya @pembasmii.kehaluan, memicu perbincangan publik. Banyak warganet menilai menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa hanya berupa kelapa muda.

Kepala SPPG, Abdi Nolima, menegaskan anggapan tersebut tidak benar karena tayangan yang viral hanya menampilkan sebagian kecil dari keseluruhan menu.

“Video yang beredar tidak menunjukkan seluruh paket makanan yang kami distribusikan. Informasi yang diterima publik jadi tidak utuh dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, pendistribusian MBG berlangsung pada Kamis (05/02/2026) di dapur SPPG Gas Alam Badak Satu, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada hari itu, pihak dapur menyiapkan dua jenis menu sekaligus untuk para siswa.

Menu pertama berupa paket ringan berisi kelapa muda, roti abon, telur rebus, dan susu. Sedangkan menu kedua merupakan makanan utama atau menu basah yang terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, serta buah semangka.

Menurut Abdi, video tersebut awalnya diunggah pihak sekolah sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus menunjukkan antusiasme siswa saat pembagian makanan. Namun karena hanya memperlihatkan momen pembagian kelapa muda, publik mengira itulah satu-satunya menu.

“Kelapa muda memang bukan menu yang umum dalam program MBG. Jadi ketika hanya itu yang terlihat, muncul berbagai spekulasi,” jelasnya.

Ia mengakui minimnya penjelasan dalam unggahan turut memperkeruh situasi. Karena itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kaltim atas polemik yang terjadi.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan ini. Ke depan kami akan melakukan evaluasi perencanaan menu serta lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi,” tegasnya.

SPPG berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik sekaligus memberi gambaran utuh mengenai pelaksanaan program MBG di Muara Badak, sehingga tujuan utama pemenuhan gizi siswa tetap menjadi fokus utama.

Lebih baru Lebih lama