
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Pemerintah mulai menata ulang kebijakan sektor batu bara dengan pendekatan yang lebih adaptif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap arahan langsung Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan komoditas strategis tersebut.
Salah satu poin utama dalam arahan itu adalah penerapan “relaksasi yang terukur”. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi batu bara dan kebutuhan pasar, tanpa mengabaikan kepentingan nasional.
Menurut Bahlil, batu bara masih menjadi tulang punggung energi Indonesia. Karena itu, pemerintah memastikan pasokan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebelum mempertimbangkan ekspor.
Kebutuhan sejumlah sektor vital menjadi perhatian utama, mulai dari pasokan listrik nasional hingga industri strategis. Perusahaan seperti PLN, Pupuk Indonesia, dan Semen Indonesia dipastikan akan mendapatkan jaminan suplai agar operasional tetap stabil.
“Fokus kita jelas, kepentingan domestik harus diutamakan. Energi untuk masyarakat dan industri dalam negeri tidak boleh terganggu,” tegas Bahlil.
Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan produksi yang fleksibel. Arahan kedua dari Presiden Prabowo menitikberatkan pada keseimbangan antara supply dan demand di pasar global.
Artinya, produksi batu bara tidak akan dipatok secara kaku. Ketika harga pasar sedang tinggi, produksi bisa ditingkatkan untuk memaksimalkan keuntungan negara. Sebaliknya, jika harga melemah, produksi akan disesuaikan agar tetap efisien.
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah realistis dalam menghadapi dinamika pasar energi global yang fluktuatif.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mempercepat proses perizinan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), Tri Winarno, menyebutkan bahwa sebagian besar Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2026 sudah hampir rampung.
Saat ini, total produksi batu bara yang telah disetujui mencapai sekitar 580 juta ton. Sementara itu, izin untuk perusahaan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Dengan kombinasi kebijakan prioritas domestik dan fleksibilitas produksi, pemerintah berharap sektor batu bara tetap menjadi penopang ekonomi nasional sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan pasar global.
Sumber : CNN Indonesia