![]() |
| Pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas kedua milik Indonesia akhirnya tiba di Tanah Air setelah menempuh rute panjang yang memutar untuk menghindari kawasan konflik di Teluk. Foto-Republika |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas kedua milik Indonesia akhirnya tiba di Tanah Air setelah menempuh rute panjang yang memutar untuk menghindari kawasan konflik di Teluk.
Pesawat pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tersebut mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2026) sore WIB.
Dengan nomor registrasi A-4002, pesawat ini menempuh perjalanan dari Sevilla, Spanyol, menuju St John, Kanada. Dari sana, pesawat melanjutkan penerbangan dengan transit di Jepang, sebelum memasuki wilayah Indonesia melalui Lanud Johannes Abraham Dimara. Selanjutnya, pesawat singgah di Lanud Anang Busra, sebelum akhirnya tiba di Jakarta.
Rute tersebut berbeda dengan pengiriman pesawat pertama (A-4001) yang sebelumnya menempuh jalur Sevilla–Dubai, Uni Emirat Arab, dan singgah di Lanud Soewondo.
Kedua pesawat itu nantinya akan memperkuat armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), khususnya di Skadron Udara 31 Wing Udara 1 yang berbasis di Halim Perdanakusuma.
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, memastikan kedatangan pesawat kedua tersebut pada akhir Maret 2026.
“Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini,” ujar Rico di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Pengadaan pesawat ini merupakan bagian dari kontrak pembelian dua unit Airbus A400M Atlas oleh Kemenhan untuk kebutuhan TNI AU dengan konfigurasi multirole tanker dan transport. Kontrak tersebut ditandatangani pada sela Dubai Airshow 2021 dan disaksikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Selain itu, Kemenhan juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk rencana akuisisi tambahan empat unit A400M pada masa mendatang.
Menurut Prabowo, kehadiran pesawat ini akan memperkuat kemampuan angkut strategis TNI AU, baik untuk operasi militer maupun misi nonmiliter. A400M dinilai mampu menjalankan berbagai peran, mulai dari pengisian bahan bakar di udara, penerjunan pasukan, hingga pengangkutan logistik berat.
“Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana,” ujar Prabowo.
Kehadiran armada baru ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi berbagai situasi, baik dalam konteks pertahanan maupun penanganan bencana di wilayah yang luas dan geografis menantang.
Sumber : Republika.co.id
