
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Momen Hari Raya Idulfitri 2026 diwarnai banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jakarta Timur pada Sabtu (21/3). Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari ditambah kiriman air dari wilayah hulu menyebabkan Kali Cipinang meluap dan menggenangi permukiman warga.
Banjir paling parah tercatat di Kecamatan Ciracas. Sebanyak sembilan RW terdampak setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menjelaskan bahwa luapan air dipicu oleh tingginya debit air dari kawasan Cimanggis, Depok. Aliran tersebut tidak mampu ditampung oleh Kali Cipinang, sehingga meluber ke permukiman warga.
“Volume air dari hulu cukup besar, menyebabkan kali meluap,” ujarnya.
Dari lima kelurahan di Ciracas, empat wilayah terdampak banjir, yakni Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan. Genangan tersebar di beberapa RW yang berada di bantaran kali.
Di Cibubur, banjir merendam RW 05 dan RW 06. Sementara di Kelapa Dua Wetan terjadi di RW 02, RW 09, dan RW 11. Di Kelurahan Ciracas, genangan tercatat di RW 04 dan RW 05, serta di Rambutan melanda RW 01 dan RW 03.
Air mulai meluap sekitar pukul 18.30 WIB. Normalnya, genangan di wilayah tersebut surut dalam waktu dua jam. Namun hingga pukul 22.00 WIB, air masih belum juga surut.
“Biasanya cepat surut, tapi kali ini cukup lama,” kata Panangaran.
Kondisi ini diduga akibat tingginya debit air kiriman serta kapasitas kali yang terbatas. Pihak kecamatan bersama instansi terkait terus memantau kondisi di lapangan, terutama di wilayah rawan banjir.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.
Di sisi lain, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap enam warga di wilayah Cibubur. Evakuasi dilakukan setelah ketinggian air mencapai lebih dari satu meter dan membahayakan keselamatan.
Laporan banjir diterima sekitar pukul 18.05 WIB dari warga setempat. Petugas kemudian mengerahkan satu unit tim rescue dan langsung melakukan evakuasi di lokasi.
Seluruh warga yang terdampak berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman dalam kondisi selamat.
Pemerintah setempat juga meminta warga untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat agar dapat segera ditangani.
Sumber : CNN Indonesia