Harga Minyak Dunia Melonjak, Trump Pertimbangkan Cabut Sanksi Minyak Rusia

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi mencabut sebagian sanksi minyak terhadap Rusia. Langkah tersebut dipertimbangkan setelah harga minyak dunia melonjak tajam akibat konflik di Timur Tengah.

Lonjakan harga terjadi setelah eskalasi perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Harga minyak bahkan sempat menyentuh sekitar US$119 per barel pada perdagangan Senin (9/3), menjadi level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Menurut laporan Reuters, beberapa sumber menyebut Gedung Putih sedang mempertimbangkan opsi untuk mengizinkan negara tertentu membeli minyak Rusia tanpa terkena sanksi dari Amerika Serikat.

Pertimbangan tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintah AS terhadap dampak lonjakan harga energi bagi pelaku usaha dan konsumen domestik. Situasi ini juga dinilai berpotensi memengaruhi dinamika politik menjelang pemilihan umum paruh waktu di AS pada November mendatang.

Saat berbicara kepada wartawan di Florida, Trump mengatakan pemerintahannya tengah mengevaluasi kebijakan sanksi terhadap beberapa negara sebagai bagian dari upaya menstabilkan pasar minyak global. Meski begitu, ia tidak merinci negara mana saja yang akan mendapatkan pelonggaran sanksi.

Trump juga menyebut kebijakan tersebut kemungkinan akan berlaku hingga jalur pengiriman energi penting kembali terbuka, khususnya di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang berada di antara Iran dan Oman. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut. Sejak konflik memanas pada akhir Februari, Iran dilaporkan menutup jalur tersebut sehingga mengganggu distribusi energi global.

Pelonggaran sanksi terhadap Rusia dipandang dapat membantu menambah pasokan minyak dunia di tengah terganggunya distribusi dari kawasan Timur Tengah. Namun, langkah ini juga berpotensi menyulitkan strategi AS dalam menekan pendapatan Rusia terkait perang di Ukraina.

Trump sendiri mengaku telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai perkembangan konflik di Ukraina.

Di sisi lain, para analis menilai pemerintah AS memiliki pilihan kebijakan yang terbatas untuk menekan lonjakan harga minyak dalam situasi geopolitik yang kompleks saat ini.

Beberapa opsi lain yang sedang dipertimbangkan Gedung Putih antara lain intervensi pada pasar berjangka minyak, penghapusan sebagian pajak federal terkait energi, hingga pelonggaran aturan dalam Undang-Undang Jones yang mengatur pengangkutan bahan bakar domestik menggunakan kapal berbendera Amerika Serikat.

Selain itu, pemerintah AS juga tengah membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis bersama negara-negara anggota G7 untuk menambah pasokan di pasar global.

Menteri Energi AS Chris Wright mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan negara anggota G7 sedang dibahas, meski hingga kini belum ada keputusan final terkait langkah tersebut.

Lonjakan harga minyak yang dipicu konflik geopolitik ini diperkirakan masih akan menjadi tantangan bagi perekonomian global dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama