Beirut Mencekam! Israel Gempur Lebanon Tengah Malam, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Situasi di Timur Tengah semakin memanas. Ibu kota Lebanon, Beirut, kembali diguncang ledakan hebat setelah militer Israel meluncurkan serangan roket pada Minggu (15/3) tengah malam hingga Senin (16/3) dini hari WIB.

Serangan ini menyasar kawasan pinggiran selatan Beirut yang diduga sebagai markas pertahanan Hizbullah. Suara ledakan keras dilaporkan terdengar jelas oleh koresponden AFP, menandakan babak baru ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Target Infrastruktur dan Rentetan Serangan

Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan tersebut bertujuan melumpuhkan infrastruktur milik Hizbullah. Langkah ini diambil setelah rentetan serangan udara sebelumnya juga menghantam wilayah selatan Lebanon.

Bagi warga Beirut, ini bukan kali pertama mereka terbangun karena suara ledakan. Dalam dua pekan terakhir, wilayah pinggiran selatan tersebut telah menjadi sasaran empuk roket Israel, menyisakan puing-puing bangunan yang rata dengan tanah dan kepulan asap yang tak kunjung hilang.

Krisis Kemanusiaan: 850 Nyawa Melayang

Bukan hanya soal politik dan militer, dampak kemanusiaan dari konflik ini benar-benar memilukan. Berdasarkan data otoritas Lebanon:

Korban Jiwa: Meningkat hingga 850 orang.

Pengungsi: Lebih dari 830.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Tempat Penampungan: Sekitar 130.000 orang kini bergantung pada tempat penampungan kolektif yang kondisinya sangat terbatas.

Penderitaan Double: Serangan Roket dan Hujan Deras

Penderitaan warga Lebanon semakin berlipat ganda pada Minggu kemarin. Di tengah ketakutan akan serangan susulan, hujan deras mengguyur Beirut. Ratusan pengungsi yang tidak mendapatkan tempat di penampungan terpaksa tidur di ruang terbuka, hanya beralaskan tenda seadanya di sepanjang tepi laut pusat kota Beirut.

Kenapa Ini Terjadi?

Konflik besar ini meletus sejak 2 Maret lalu. Lebanon terseret lebih jauh ke dalam pusaran perang Timur Tengah setelah Hizbullah melakukan serangan balasan ke Israel. Aksi tersebut dipicu oleh tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang melibatkan AS dan Israel sebelumnya.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama