Israel Bombardir Iran, Sirene Bahaya Meraung di Perbatasan Utara Usai Klaim Serangan dari Lebanon

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Di tengah operasi militer Israel yang terus menggempur Iran, militer Israel mengklaim wilayah utara mereka mendapat serangan proyektil dari arah Lebanon.

Dalam pernyataan resmi, Senin (2/3), pihak militer menyebut sejumlah proyektil terdeteksi diluncurkan dari Lebanon. Situasi tersebut memicu sirene peringatan bahaya meraung di beberapa kawasan utara Israel, memaksa warga berlindung.

Militer Israel menyatakan satu proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara, sementara lainnya jatuh di area terbuka. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Insiden ini terjadi saat Israel bersama Amerika Serikat meningkatkan intensitas serangan terhadap target-target di Iran. Aksi militer beruntun tersebut memicu kekhawatiran konflik melebar dan menyeret lebih banyak pihak di kawasan.

Padahal, Israel dan Lebanon sebelumnya sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 2024 dengan mediasi Washington. Perjanjian itu mengakhiri lebih dari setahun bentrokan antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon, Hizbullah.

Namun, ketenangan tersebut tak benar-benar bertahan lama. Kedua kubu beberapa kali saling tuding melakukan pelanggaran kesepakatan.

Hingga kini, Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim peluncuran proyektil yang disampaikan Israel. Meski begitu, kelompok yang dikenal sebagai sekutu dekat Teheran itu sebelumnya menyatakan solidaritas terhadap Iran di tengah meningkatnya eskalasi regional.

Situasi ini membuat kawasan perbatasan Israel-Lebanon kembali berada dalam status siaga, dengan potensi konflik terbuka yang bisa pecah sewaktu-waktu jika tensi terus meningkat.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama