Khamenei Tewas Imbas Serangan AS–Israel, Iran Tetapkan Berkabung 40 Hari

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Kabar duka menyelimuti Iran. Pemerintah setempat resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Informasi ini pertama kali dikonfirmasi media semi-pemerintah Fars News Agency yang menyebut pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional disertai tujuh hari libur resmi.

Laporan serupa juga disiarkan televisi pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

“Pemimpin tertinggi Iran telah syahid,” demikian pernyataan resmi yang disiarkan IRIB, Minggu (1/3).

Kabar tersebut muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan kedua negara.

Trump bahkan menyebut kematian Khamenei sebagai momentum penting bagi rakyat Iran.

“Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Korban Bertambah

Serangan tersebut tak hanya menewaskan Khamenei. Sejumlah anggota keluarganya—termasuk anak perempuan, cucu, hingga menantu—dilaporkan turut menjadi korban.

Beberapa pejabat tinggi militer Iran juga disebut tewas, di antaranya Menteri Pertahanan Amir Hatami serta Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammed Pakpour.

Data sementara menyebut total korban jiwa mencapai 201 orang, sementara 747 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran udara yang menghantam sejumlah titik strategis.

Situasi Makin Memanas

Meski kerusakan besar telah terjadi, Washington dan Tel Aviv dikabarkan belum menghentikan operasi militer. Trump dan Netanyahu disebut masih berkomitmen melanjutkan tekanan terhadap Iran hingga terjadi perubahan rezim.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pun diprediksi semakin meningkat, sementara masyarakat Iran kini bersiap menjalani masa berkabung panjang atas wafatnya pemimpin tertinggi mereka.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama