Perang AS–Israel vs Iran Memanas, Hampir 9.000 Warga Amerika Dievakuasi dari Timur Tengah

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
- Ketegangan di Timur Tengah makin mendidih. Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu gelombang evakuasi besar-besaran warga sipil.

Pemerintah Washington mengonfirmasi hampir 9.000 warganya telah dipulangkan dari kawasan konflik sejak operasi militer dimulai akhir pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut proses evakuasi masih berlangsung. Hingga kini, sekitar 1.600 warga Amerika lainnya juga telah menghubungi pemerintah untuk meminta bantuan keluar dari wilayah berbahaya tersebut.

“Kami yakin bisa membantu setiap warga Amerika,” kata Rubio, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (3/3).

Penerbangan Diputar Balik

Situasi keamanan yang tak menentu membuat proses evakuasi tak selalu berjalan mulus. Rubio mengungkapkan beberapa pesawat yang sudah mengudara terpaksa berbalik arah akibat penutupan wilayah udara.

Ia tak menjelaskan detail lokasi penutupan tersebut, namun menegaskan langkah itu diambil demi keselamatan penumpang.

Drone Iran Picu Kebakaran Dekat Konsulat

Ancaman juga datang langsung ke fasilitas diplomatik AS. Sebuah drone Iran dilaporkan menghantam area parkir yang berdekatan dengan gedung konsulat Amerika di Dubai, Uni Emirat Arab.

Insiden itu memicu kebakaran, meski seluruh staf diplomatik dipastikan selamat.

Menurut Rubio, pemerintah AS memang sudah lebih dulu mengurangi jumlah personel di fasilitas diplomatik sebelum serangan terjadi sebagai langkah antisipasi.

Konflik Kian Membara

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Timur Tengah berubah jadi arena saling serang. Sejak 28 Februari, AS dan Israel melancarkan gempuran besar ke Iran, yang langsung dibalas Teheran di hari yang sama.

Serangan balasan terus berlanjut hingga kini, dengan laporan korban jiwa yang terus bertambah.

Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk dampaknya terhadap warga sipil dan stabilitas kawasan global.

Sebelumnya, media CNN Indonesia juga melaporkan meningkatnya tekanan politik internasional, termasuk ancaman kebijakan keras dari Donald Trump terhadap Spanyol terkait dukungan pangkalan militer.

Kini, dunia menanti: apakah konflik ini akan mereda, atau justru melebar menjadi perang regional yang lebih besar?

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama