![]() |
| Foto-Dok/CNN Indonesia |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang besar untuk menembus level 10 ribu pada tahun ini.
Keyakinan tersebut disampaikan Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta Pusat, Senin (16/3). Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia yang tetap kuat menjadi faktor utama yang mendorong potensi penguatan pasar saham.
“(IHSG) to the moon tetap, 10 ribu masih bisa,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang solid. Bahkan, menurutnya, posisi ekonomi Indonesia saat ini termasuk salah satu yang kuat di antara negara-negara anggota G20.
Selain itu, Purbaya menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada dalam batas yang terkendali. Kondisi tersebut diyakini dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih cepat.
Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga minyak dunia yang masih berada di level tinggi, Purbaya tetap menilai fondasi ekonomi Indonesia cukup tangguh untuk menghadapi tekanan eksternal.
Ia menambahkan, pemerintah juga memiliki pengalaman menghadapi periode harga minyak tinggi di masa lalu. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengelola kondisi ekonomi saat terjadi gejolak global.
Lebih lanjut, Purbaya menilai kondisi pasar saham yang sedang melemah saat ini justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham dengan harga lebih rendah.
“Pilih saham yang bagus buat serok-serok. Fondasi ekonomi kita bagus,” katanya.
Sebelumnya, pada Januari lalu, Purbaya juga sempat menyampaikan optimisme yang sama terkait potensi IHSG menembus level 10 ribu pada akhir tahun.
“Jangan takut, fondasi kita bagus. Saya optimis 10 ribu,” ujarnya kala itu.
Sementara itu, pada awal pekan ini IHSG ditutup di level 7.022 atau melemah 114,92 poin setara 1,61 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi mencapai Rp15,91 triliun dengan total 32,05 miliar saham diperdagangkan. Dari keseluruhan saham yang ditransaksikan, sebanyak 180 saham menguat, 542 saham melemah, dan 98 saham stagnan.
Mayoritas sektor indeks tercatat mengalami penurunan. Sektor properti memimpin pelemahan dengan penurunan 2,33 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang masih mencatat penguatan tipis sebesar 0,12 persen.
Sumber : CNN Indonesia
