SUARAMILENIAL.ID, BANJARBARU – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan realisasi investasi sebesar Rp37 triliun pada tahun 2026. Target ambisius ini disiapkan di tengah kondisi ekonomi global yang dinilai semakin dinamis dan penuh tantangan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, mengingatkan bahwa perkembangan global harus menjadi perhatian serius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita harus mewaspadai dampak global, termasuk potensi kenaikan harga BBM yang dapat menurunkan daya beli masyarakat dan produktivitas ekonomi,” ujarnya saat diwawancarai di Banjarbaru, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan berada di kisaran 5,2 persen. Pemerintah daerah pun menargetkan peningkatan bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
“Tahun 2026 ditargetkan mencapai 5,7 hingga 6 persen, dan pada 2029 diharapkan bisa mencapai 8,1 persen,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri, menyebut target investasi Rp37 triliun sebagai tantangan besar yang membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
“Target ini cukup tinggi, mengingat rata-rata kenaikan investasi dari pusat biasanya hanya sekitar 5 hingga 6 triliun per tahun,” ungkapnya.
Meski demikian, Endri tetap optimistis target tersebut dapat dicapai. Ia menilai capaian investasi pada tahun sebelumnya menjadi modal penting.
“Pada tahun 2025, realisasi investasi kita meningkat lebih dari 10 triliun. Ini menjadi dasar optimisme untuk mencapai target tahun ini,” jelasnya.
Endri juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, fokus pada program prioritas dan sinergi antar daerah menjadi kunci utama.
“Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, kita harus fokus pada program prioritas dan berbagi peran antar daerah agar hasilnya maksimal,” katanya.
Melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) yang digelar, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan mampu merumuskan strategi yang adaptif dan kolaboratif. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan global sekaligus mendorong peningkatan investasi di Kalimantan Selatan.
