WFH Segera Diumumkan, Pemerintah Wajib, Swasta Masih Imbauan

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) akan segera diumumkan ke publik dalam waktu dekat. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi, yang menyebut skema tersebut sudah diputuskan.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang akan menyampaikan pengumuman resmi. Ia menyebut keputusan tersebut akan diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Sudah diputuskan, nanti diumumkan. Bukan saya yang ngomong, nanti Pak Menko Perekonomian,” ujar Purbaya.

Dalam penjelasannya, pemerintah memilih hari Jumat sebagai waktu penerapan WFH. Pertimbangannya, hari tersebut dinilai memiliki dampak paling kecil terhadap produktivitas kerja karena durasi jam kerja yang relatif lebih singkat.

Menurut Purbaya, langkah ini diambil agar potensi penurunan produktivitas (loss) bisa ditekan seminimal mungkin dibanding hari kerja lainnya.

Lebih lanjut, ia memastikan kebijakan WFH akan bersifat wajib bagi instansi pemerintahan. Sementara itu, untuk sektor swasta, penerapannya kemungkinan besar hanya berupa imbauan.

Bahkan, ia menegaskan bahwa sektor manufaktur atau pabrik tidak akan termasuk dalam skema WFH tersebut, mengingat karakteristik pekerjaan yang tidak memungkinkan dilakukan secara jarak jauh.

“Pemerintahan wajib. Swasta mungkin imbauan. Pabrik-pabrik tidak ikut,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan kebijakan ini dapat memberikan dampak terhadap efisiensi energi. Salah satu tujuannya adalah menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 20 persen.

Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa perhitungan tersebut masih bersifat proyeksi dan belum bisa dipastikan secara pasti. Ia menekankan bahwa dampak kebijakan WFH tidak bisa dilihat dari satu aspek saja, melainkan harus mempertimbangkan berbagai faktor secara menyeluruh.

Dengan segera diumumkannya kebijakan ini, publik kini menanti kejelasan teknis pelaksanaan, termasuk bagaimana peran sektor swasta dalam mendukung kebijakan tersebut.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama