14 Negara Tembus Blokade Selat Hormuz, Iran Mulai Longgarkan Akses Kapal Tanker

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Sejumlah kapal tanker dari berbagai negara dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah kebijakan blokade yang sebelumnya diberlakukan Iran.

Blokade tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital energi global yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Namun, sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, Iran secara bertahap mulai memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker non-Iran untuk melintasi jalur tersebut.

Berdasarkan data LSEG dan Kpler yang dikutip dari Reuters, sedikitnya 14 negara memiliki kapal tanker yang berhasil melewati Selat Hormuz.

Beberapa di antaranya berasal dari Jepang, Indonesia, Korea Selatan, China, India, hingga negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Salah satu kapal tanker terkait Jepang, Idemitsu Maru, dilaporkan membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Arab Saudi dan telah melintasi selat tersebut menuju Nagoya.

Sementara itu, kapal tanker berbendera Panama bernama Crave yang membawa LPG dari Uni Emirat Arab dilaporkan menuju Indonesia. Meski demikian, Kementerian ESDM memastikan muatan tersebut bukan untuk kebutuhan dalam negeri.

Di kawasan Asia Timur, sejumlah kapal menuju Korea Selatan dan Taiwan juga berhasil melintas, termasuk pengiriman nafta dan minyak mentah dalam jumlah besar.

China menjadi salah satu negara dengan aktivitas tanker cukup tinggi, dengan beberapa kapal VLCC dilaporkan keluar dari Selat Hormuz membawa minyak dari Irak dan Arab Saudi.

Adapun India tercatat menerima berbagai pengiriman energi, mulai dari minyak mentah hingga LPG, melalui sejumlah kapal tanker yang berhasil melewati jalur tersebut sepanjang Maret hingga April.

Negara lain seperti Sri Lanka, Italia, Mozambik, Pakistan, dan Uni Emirat Arab juga masuk dalam daftar negara yang kapalnya diizinkan melintas.

Selain itu, beberapa kapal tanker yang terkait dengan Malaysia dan Vietnam juga berhasil melakukan perjalanan melalui selat tersebut setelah adanya koordinasi dengan pihak terkait.

Kendati demikian, situasi di Selat Hormuz masih dinilai sensitif. Jalur ini tetap menjadi titik krusial dalam rantai pasok energi global, sehingga setiap kebijakan yang diambil berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia.

Pelonggaran akses oleh Iran dinilai sebagai sinyal terbatas untuk menjaga arus distribusi energi tetap berjalan di tengah ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama