Prabowo Gaspol Hilirisasi: Stop Jual Bahan Mentah, 40 Proyek Besar Dikebut

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan praktik ekspor bahan mentah dan mendorong percepatan hilirisasi industri di dalam negeri. Pemerintah menargetkan puluhan proyek besar mulai berjalan dalam waktu dekat.

Dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Prabowo menyebut saat ini sudah ada 26 titik proyek hilirisasi yang berjalan dan akan terus ditambah hingga mencapai sekitar 30 sampai 40 proyek berskala besar.

“Target kita jelas, kita tidak mau lagi hanya jual bahan mentah. Kita ingin nilai tambah itu dinikmati di dalam negeri,” tegas Prabowo, Rabu (29/4).

Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci untuk mengubah struktur ekonomi nasional agar lebih kuat dan mandiri. Dengan pengolahan di dalam negeri, Indonesia dinilai bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat daya saing industri.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung ekonomi. Salah satunya adalah peluncuran 1.000 Koperasi Desa Merah Putih dalam waktu dekat, yang kemudian akan diperluas hingga lebih dari 25 ribu koperasi fisik di seluruh Indonesia.

“Koperasi ini bukan sekadar konsep, tapi nyata. Ada gudang, pendingin, gerai, hingga kendaraan operasional,” jelasnya.

Prabowo juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari pembangunan rantai ekonomi nasional, mulai dari produksi hingga distribusi. Program tersebut bahkan disebut mulai dilirik oleh berbagai negara.

Di sisi lain, proyek hilirisasi tahap kedua yang baru diresmikan memiliki nilai investasi mencapai Rp116 triliun dan mencakup sektor energi, mineral, hingga perkebunan. Program ini merupakan lanjutan dari fase pertama yang telah dimulai sebelumnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut proyek-proyek tersebut akan terus berkembang ke tahap berikutnya.

Ia menjelaskan, sejumlah proyek difokuskan pada sektor energi, termasuk pembangunan kilang di Cilacap dan Dumai guna menekan impor BBM, serta penguatan distribusi energi di kawasan timur Indonesia.

Prabowo pun menekankan seluruh proyek harus dikaji secara matang dan berbasis teknologi serta perhitungan ilmiah.

“Yang paling efisien dan paling menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama