SUARAMILENIAL.ID, KANDANGAN - Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pengembangan kembali komoditas kelapa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor perkebunan.
Dorongan tersebut muncul seiring besarnya potensi kelapa di wilayah tersebut, yang saat ini menghadapi kendala berupa banyaknya tanaman yang telah berusia tua sehingga berdampak pada penurunan produktivitas.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suripno Sumas, mengatakan revitalisasi tanaman kelapa perlu dilakukan melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
“Potensi kelapa di HSS ini sangat besar, namun banyak tanaman yang sudah tua sehingga produksinya menurun. Kami mendorong pengembangan kembali, baik kelapa dalam maupun kelapa genjah yang lebih produktif,” ujarnya.
Selain kelapa, Komisi II juga mendorong pengembangan komoditas lain seperti karet dan kopi, dengan menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, turut menegaskan dukungan lembaganya untuk mengembalikan HSS sebagai salah satu sentra kelapa di Kalimantan Selatan.
“Hulu Sungai Selatan dikenal sebagai lumbung kelapa, didukung produk khas seperti dodol dan ketupat Kandangan. Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan daerah ini dapat kembali menjadi sentra produksi kelapa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS, Lutfiana, menyatakan produksi kelapa saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan industri lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Produksi kelapa sekitar 8.400-an per tahun, masih jauh dari kebutuhan UMKM seperti dodol dan ketupat Kandangan. Kekurangannya bahkan hampir tiga kali lipat,” ujarnya.
Melalui penguatan program dan sinergi lintas pemerintah, pengembangan komoditas kelapa diharapkan dapat kembali optimal serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Hulu Sungai Selatan.
Editor : Muhammad Robby
