Menkeu Sebut Hampir 30 Persen Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Pemerintah mengakui distribusi subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kelompok masyarakat mampu justru menikmati porsi subsidi yang cukup besar.

Purbaya mengungkapkan, hampir 30 persen subsidi BBM dinikmati oleh masyarakat kelas menengah atas hingga kelompok kaya. Mereka berasal dari kategori desil 8, 9, dan 10 dalam data kesejahteraan.

“Kelompok mampu itu menikmati subsidi cukup besar, hampir 30 persen. Jadi kalau mereka harus bayar lebih, itu tidak masalah,” ujarnya di Jakarta.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan tambahan stimulus meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Menurutnya, pengguna BBM nonsubsidi umumnya berasal dari kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.

Karena itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai tidak perlu direspons dengan bantuan tambahan dari pemerintah. Kebijakan tersebut justru diarahkan untuk menjaga agar subsidi lebih tepat sasaran.

Purbaya menjelaskan, selama ini kelompok masyarakat menengah atas telah menikmati berbagai bentuk subsidi negara. Padahal, tujuan utama subsidi adalah membantu kelompok masyarakat miskin dan rentan.

Pernyataan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia menyoroti besarnya anggaran subsidi energi yang justru lebih banyak dinikmati oleh kelompok mampu dibanding masyarakat miskin.

Di sisi lain, kebijakan ini muncul di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sejak 18 April 2026. Sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami lonjakan harga signifikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi dari fluktuasi harga minyak dunia.

Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dijaga dan tidak mengalami kenaikan. Langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat kecil di tengah tekanan ekonomi global.

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong reformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran, sekaligus mengurangi potensi kebocoran yang selama ini dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama