Penjual LPG Nonsubsidi Mulai Was-was, Harga Naik Bikin Pembeli Menurun

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai bikin pelaku usaha resah. Di wilayah Ciater, Serpong, Kota Tangerang, para penjual mengaku mulai was-was karena jumlah pembeli berpotensi menurun setelah harga melonjak cukup tinggi dalam waktu singkat.

Mengutip laporan CNN Indonesia, harga LPG ukuran 12 kilogram mengalami kenaikan sekitar Rp40 ribu, dari sebelumnya Rp215 ribu menjadi Rp255 ribu. Sementara itu, tabung 5,5 kilogram ikut naik Rp20 ribu, dari Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu.

Salah satu pemilik pangkalan LPG, Bobi Hartanto, mengatakan bahwa stok gas sejauh ini masih aman dan tidak ada kendala distribusi. Namun, lonjakan harga yang cukup drastis menjadi perhatian utama.

“Stok di pangkalan saat ini masih aman, tidak ada kendala. Hanya saja memang harga yang naik cukup tinggi,” ujarnya.

Respons konsumen pun beragam. Ada yang kaget dengan kenaikan harga, tapi sebagian lainnya tetap membeli seperti biasa. Meski belum terlihat adanya peralihan ke LPG subsidi 3 kilogram, Bobi memperkirakan penjualan tetap berpotensi menurun.

“Belum ada yang beralih ke tabung melon, tapi kemungkinan penjualan akan agak menurun,” tambahnya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh penjual lain di kawasan yang sama. Rendi, penjaga pangkalan LPG, menyebut stok masih mencukupi baik untuk gas subsidi maupun nonsubsidi.

Ia merinci, saat ini tersedia 18 tabung LPG 12 kilogram dan 4 tabung ukuran 5,5 kilogram. Sementara LPG subsidi 3 kilogram mencapai sekitar 180 tabung.

“Hari ini masih ada pembeli LPG non-subsidi, sekitar enam orang,” kata Rendi.

Meski stok relatif aman, para pelaku usaha berharap kenaikan harga tidak terus berlanjut agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan penjualan tidak semakin tertekan.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama