Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen pada Triwulan I 2026, OJK: Sektor Jasa Keuangan Stabil

Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kinerja sektor jasa keuangan di daerah tersebut tetap stabil sepanjang awal 2026.

SUARAMILENIAL.ID
, BANJARMASIN
– Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kinerja sektor jasa keuangan di daerah tersebut tetap stabil sepanjang awal 2026.

Kepala OJK Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 5,67 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 5,46 persen (yoy), serta sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen (yoy),” ujar Agus dalam media update di Banjarmasin, Kamis (21/5/2026).

Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta surplus ekspor barang dan jasa yang terus meningkat.

Ia menyebut tiga daerah dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Kalimantan Selatan yakni Kota Banjarmasin sebesar Rp49,47 triliun, Kabupaten Kotabaru Rp40,06 triliun, dan Kabupaten Tanah Bumbu Rp38,33 triliun.

Meski demikian, struktur ekonomi Kalimantan Selatan masih didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 27,12 persen atau senilai Rp20,56 triliun. Sementara industri pengolahan menyumbang 12,31 persen atau sebesar Rp6,93 triliun.

“Pertumbuhan kedua sektor tersebut tercatat melambat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Agus.

Di sektor perbankan, OJK mencatat intermediasi tetap tumbuh positif dengan kondisi likuiditas dan risiko yang terjaga.

Hingga Maret 2026, penyaluran kredit tumbuh 5,89 persen yoy menjadi Rp83,14 triliun. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 2,57 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 27,75 persen, disusul Kredit Konsumsi sebesar 6,03 persen. Sementara Kredit Modal Kerja masih mengalami kontraksi sebesar 9,46 persen.

“Penyaluran Kredit Investasi terbesar berada di Kota Banjarmasin sebesar Rp19,56 triliun dan Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp1,02 triliun,” ujar Agus.

Sementara itu, sektor pasar modal di Kalimantan Selatan juga menunjukkan tren positif. Nilai transaksi saham pada Maret 2026 tercatat mencapai Rp2,01 triliun.

Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor saham yang tercermin dari Single Investor Identification (SID) yang mencapai 126.451 investor.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), piutang pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan mencapai Rp17,99 triliun atau tumbuh 52,94 persen yoy.

Selain itu, OJK Kalimantan Selatan menerima sebanyak 2.492 pengaduan konsumen melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sepanjang 1 Januari hingga 18 Mei 2026.

Pengaduan didominasi masalah fintech peer-to-peer lending, bank umum, dan perusahaan pembiayaan.

“Jenis permasalahan terbanyak terkait SLIK, perilaku petugas, penagihan, serta fraud eksternal seperti penipuan, pembobolan rekening, skimming, dan cyber crime,” kata Agus.

OJK mencatat sebanyak 67,5 persen pengaduan telah selesai ditangani, 17,50 persen masih diproses oleh pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), 1,59 persen dalam penanganan LAPS, dan 13,41 persen masih menunggu tanggapan konsumen.

Agus menegaskan OJK Kalimantan Selatan akan terus mendorong lembaga jasa keuangan agar lebih kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih baru Lebih lama