Jepang Berencana Kerahkan Drone untuk Pantau Aktivitas Kapal China


Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
—  Pemerintah Jepang dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan drone pengintai jarak jauh di sejumlah pulau terpencil guna memantau aktivitas kapal-kapal China di kawasan Pasifik.

Laporan surat kabar Yomiuri menyebutkan drone tersebut rencananya ditempatkan di Pulau Iwo Jima dan Pulau Chichijima yang berada di Kepulauan Ogasawara, selatan Tokyo.

Selain itu, Jepang juga disebut akan memanfaatkan lapangan terbang di Minamitorishima sebagai lokasi penempatan drone. Wilayah tersebut berada sekitar 1.950 kilometer di tenggara Tokyo dan menjadi titik paling timur Jepang.

Menurut sejumlah sumber pemerintah Jepang, pengerahan drone dilakukan untuk menyediakan informasi intelijen secara real-time di wilayah yang selama ini dianggap sebagai “titik buta” pengawasan.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Jepang memperkuat pemantauan terhadap aktivitas angkatan laut China yang semakin aktif beroperasi di luar rantai kepulauan pertama.

Rantai pulau pertama merupakan konsep strategi keamanan yang digunakan Amerika Serikat dan mencakup wilayah dari Semenanjung Kamchatka hingga Semenanjung Malaya, termasuk kawasan Jepang dan Taiwan.

Analis International Crisis Group yang berbasis di Taiwan, William Yang, menilai keputusan Jepang sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran Tokyo terhadap aktivitas maritim China.

“Keputusan ini sejalan dengan peningkatan penilaian ancaman Tokyo, terutama terkait dengan peningkatan tekanan yang disebabkan oleh aktivitas maritim China di luar pantai pulau pertama,” kata Yang seperti dikutip South China Morning Post.

Ia menambahkan, laporan pertahanan tahunan Jepang selama setahun terakhir juga telah menyoroti peningkatan aktivitas militer China di kawasan Pasifik barat.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah dua kelompok kapal induk China berlayar di perairan selatan Tokyo pada Juni tahun lalu. Salah satu kelompok kapal induk tersebut dilaporkan melakukan latihan sekitar 300 kilometer dari Minamitorishima.

Pada Desember lalu, Jepang juga melayangkan protes resmi setelah pesawat tempur China dari kapal induk Liaoning disebut mengunci radar terhadap jet milik Jepang di lepas pantai Okinawa.

Tak lama setelah itu, dua pesawat pengebom China bersama dua pesawat pengebom Rusia melakukan patroli udara bersama di sekitar Kepulauan Okinawa hingga wilayah Samudra Pasifik.

Situasi tersebut membuat Jepang memperkuat sistem pengawasan dan pertahanan di wilayah pulau-pulau terluarnya.

Menurut laporan Yomiuri, Jepang dijadwalkan mulai memperoleh drone MQ-9B SeaGuardian pada tahun anggaran 2027. Drone buatan perusahaan General Atomics itu mampu terbang lebih dari 30 jam dan dikendalikan melalui satelit.

Drone tersebut juga dapat dilengkapi sistem identifikasi otomatis hingga perangkat peperangan anti-kapal selam.

Untuk mendukung kemampuan peringatan dini, Jepang disebut berencana menempatkan radar bergerak di Iwo Jima dan Chichijima.

Di sisi lain, Pasukan Bela Diri Darat Jepang juga telah memulai latihan militer di Kepulauan Sakishima, Okinawa, dengan melibatkan peluncur rudal anti-kapal Tipe 88 dan drone pengintai.

Menurut Yang, langkah-langkah tersebut menunjukkan Jepang semakin serius memperkuat kemampuan pertahanannya di tengah meningkatnya ketidakpastian keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Ia juga menilai Jepang kini mulai mengambil peran lebih besar dalam memperkuat daya tangkal terhadap China, terutama terkait potensi konflik di sekitar Taiwan dan rantai kepulauan pertama.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama