Pemprov Kalsel Matangkan Pengelolaan Tugu Pal 0 Kilometer Sebelum Dibuka untuk Umum

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan kesiapan operasional kawasan Tugu Pal 0 Kilometer Banjarmasin sebelum resmi dibuka untuk masyarakat luas. Sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bersama perusahaan daerah melakukan peninjauan langsung guna memastikan seluruh fasilitas dan sarana pendukung berfungsi optimal.

SUARAMILENIAL.I
D, BANJARMASIN
– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan kesiapan operasional kawasan Tugu Pal 0 Kilometer Banjarmasin sebelum resmi dibuka untuk masyarakat luas. Sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bersama perusahaan daerah melakukan peninjauan langsung guna memastikan seluruh fasilitas dan sarana pendukung berfungsi optimal.

Peninjauan tersebut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pariwisata, Biro Umum, Dinas Perdagangan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), PT Bangun Banua, serta tim akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kepala Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha mengatakan, hingga saat ini pengelolaan kawasan masih menunggu penunjukan resmi dari pemerintah daerah.

“Untuk pengelolaan masih belum ada penunjukan secara resmi apakah dikelola oleh Dinas Pariwisata, Biro Umum atau PT Bangun Banua,” ujar Ryan usai peninjauan lapangan, Kamis (14/5/2026) sore.

Menurut dia, peninjauan bersama tersebut menjadi bagian penting sebelum kawasan dibuka secara menyeluruh untuk publik.

“Pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas, sistem pendukung, hingga kenyamanan pengunjung benar-benar siap digunakan,” katanya.

Berdasarkan data Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Tugu Pal 0 Kilometer memiliki tinggi mencapai 99 meter dengan total enam lantai. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas 17.480 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 10.217,82 meter persegi.

Kawasan itu juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung modern, seperti amphitheater, elevator lift, area UMKM, powerhouse, CCTV, sistem pengolahan limbah, mushala, videotron, hingga audio system.

Adapun rincian fasilitas pendukung meliputi amphitheater seluas 1.766,19 meter persegi, UMKM A seluas 1.362,58 meter persegi, serta UMKM B seluas 3.510,64 meter persegi.

Selain menjadi landmark baru di Kalimantan Selatan, Tugu Pal 0 Kilometer juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata daerah sekaligus menjadi ruang publik representatif bagi masyarakat.

“Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga penyelenggaraan berbagai agenda budaya dan pariwisata di Kalimantan Selatan,” tutup Ryan.

Lebih baru Lebih lama