Trump Bingung Negosiasi dengan Iran: Kepemimpinan Tak Jelas Jadi Kendala

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan negosiasi dengan Iran terkait upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Salah satu hambatan utama, menurut Trump, adalah ketidakjelasan mengenai siapa yang benar-benar memegang kendali kepemimpinan di Teheran.

Dalam pernyataannya di Oval Office, Gedung Putih, Trump menyebut situasi tersebut membuat proses diplomasi menjadi rumit. Ia menilai tidak ada sosok yang bisa secara pasti mengambil keputusan strategis dalam pembicaraan dengan Washington.

“Kita punya masalah karena tidak ada yang tahu pasti siapa pemimpinnya,” ujar Trump, seperti dikutip dari CNN.

Trump juga menambahkan bahwa ketidakpastian ini berdampak langsung pada transparansi komunikasi. Menurutnya, hanya segelintir pihak yang mengetahui isi pembicaraan yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, pihak Iran mengklaim telah menunjuk pemimpin baru setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Sosok yang ditunjuk adalah putranya, Mojtaba Khamenei, melalui keputusan dewan ulama Iran.

Namun hingga kini, Mojtaba belum muncul ke hadapan publik. Ia dilaporkan masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang diderita dalam serangan tersebut. Kondisi ini semakin memperkuat anggapan adanya kekosongan kepemimpinan yang efektif di Iran.

Meski begitu, Trump tetap meyakini bahwa Iran memiliki keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan damai. Ia juga mengklaim bahwa kebijakan blokade terhadap Selat Hormuz berjalan efektif dan memberi tekanan besar pada ekonomi Iran.

“Ekonomi mereka sedang runtuh. Blokade itu luar biasa kuat,” kata Trump.

Terkait kelanjutan konflik, Trump belum memberikan kepastian apakah gencatan senjata akan dipertahankan atau justru diakhiri. Ia menyiratkan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk kemungkinan aksi militer lanjutan.

“Saya tidak tahu apakah kita membutuhkannya. Mungkin kita membutuhkannya,” ujarnya.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama