
Foto-Dok/Konpas.com
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Tanah Tinggi IV, RT 009/RW 007, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (4/6) dini hari. Sedikitnya 30 rumah warga hangus dilalap api dan ratusan warga terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Syarifudin, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 00.15 WIB dan menghanguskan sekitar 30 bangunan rumah tinggal yang berada di area seluas kurang lebih 250 meter persegi.
Petugas menerima laporan kejadian pada pukul 00.15 WIB dan langsung mengerahkan tim pemadam ke lokasi. Operasi pemadaman dimulai lima menit kemudian atau sekitar pukul 00.20 WIB.
“Api berhasil dilokalisir pada pukul 01.35 WIB dan proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 04.24 WIB,” kata Syarifudin.
Untuk mengendalikan kobaran api, sebanyak 23 unit mobil pemadam kebakaran dan 140 personel diterjunkan ke lokasi. Petugas bekerja selama beberapa jam untuk mencegah api merembet ke permukiman lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, sekitar 60 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 240 hingga 250 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Seluruh warga berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Syarifudin menjelaskan, kebakaran diduga bermula dari salah satu rumah warga. Penghuni rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran terbangun karena merasakan hawa panas di kamar tidurnya yang berada di lantai dua.
“Saat terbangun, api sudah dalam kondisi besar. Penghuni kemudian langsung menyelamatkan diri,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara itu, warga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan bantuan dan penanganan lebih lanjut selama masa pemulihan pascakebakaran.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran permukiman yang terjadi di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir dan kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan padat penduduk.
Sumber : CNN Indonesia