Banjarmasin Raih Penghargaan Daya Saing Daerah, Jadi Indikator Kemajuan Pembangunan

Pemerintah Kota Banjarmasin kembali mencatatkan capaian dalam bidang pembangunan daerah dengan meraih penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin kembali mencatatkan capaian dalam bidang pembangunan daerah dengan meraih penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).

Penghargaan IDSD diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki tingkat daya saing tinggi melalui berbagai indikator strategis, mulai dari produktivitas ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga kemampuan daerah menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan dan inovasi.

Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administratif. Lebih dari itu, indeks daya saing menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai kemampuan suatu daerah menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menarik investasi.

Penilaian yang dilakukan BRIN mencakup empat komponen utama, yakni lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi. Keempat komponen tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam 12 pilar yang menjadi dasar pengukuran daya saing setiap daerah di Indonesia.

Capaian Kota Banjarmasin menunjukkan berbagai program pembangunan yang dijalankan selama ini mulai memberikan dampak positif. Penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan ekonomi lokal, hingga dorongan terhadap inovasi menjadi faktor yang turut berkontribusi dalam peningkatan daya saing daerah.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah serta dukungan berbagai elemen masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, dan menciptakan iklim pembangunan yang lebih kompetitif serta inovatif,” ujarnya.

Menurut Yamin, tantangan pembangunan ke depan menuntut pemerintah daerah untuk semakin adaptif terhadap perubahan. Karena itu, berbagai kebijakan yang disusun harus berbasis data, kebutuhan masyarakat, dan mampu menjawab persoalan yang berkembang di lapangan.

Ia menambahkan, penghargaan yang diberikan BRIN menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan lahirnya berbagai inovasi.

Selain sebagai bentuk apresiasi, Indeks Daya Saing Daerah juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi dalam penerapan kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy). Melalui pengukuran tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui aspek-aspek yang perlu diperkuat untuk meningkatkan kualitas pembangunan secara berkelanjutan.

Bagi dunia usaha, capaian daya saing juga menjadi salah satu indikator penting dalam melihat prospek investasi suatu daerah. Semakin tinggi tingkat daya saing, semakin besar pula peluang daerah untuk menarik investasi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Dengan penghargaan tersebut, Banjarmasin diharapkan dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan jasa di Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi kota yang mampu menghadirkan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Lebih baru Lebih lama