Buka PKN Tingkat II 2026, Gubernur Muhidin Minta Pejabat Adaptif dan Fokus Layani Masyarakat

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).

SUARAMILENIAL.ID, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan yang diikuti 60 pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel, serta Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah ini mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Melalui Tata Kelola Pemerintahan untuk Mewujudkan Sumber Daya Bidang Pangan, Bencana, Energi dan Ekonomi.”

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa pejabat pemerintah harus memiliki semangat kerja yang cepat, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, semangat “Kalsel Bekerja” harus menjadi budaya yang tertanam dalam diri setiap aparatur pemerintah.

“Di masa kepemerintahan saat ini, saya berharap agar semangat Kalsel Bekerja benar-benar melekat dalam diri setiap pejabat. Semua pejabat harus bekerja dengan cepat dan produktif melayani masyarakat,” ujar Muhidin.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir sistematis dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat serta mendorong lahirnya inovasi di setiap organisasi perangkat daerah.

“Termasuk mengembangkan budaya inovasi di lingkup kerja masing-masing, agar lima tahun masa pemerintahan ini kita bisa membawa Kalsel dalam kemajuan dan kesejahteraan,” lanjutnya.

Jangan Sekadar Formalitas

Muhidin mengingatkan agar pelaksanaan PKN yang berlangsung selama empat bulan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau formalitas semata.

Menurutnya, pelatihan tersebut harus menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan kompetensi kepemimpinan para pejabat yang nantinya akan menentukan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“PKN ini juga menjadi pertimbangan untuk menentukan siapa pejabat yang layak dan tidak layak untuk meneruskan jabatan yang diamanahkan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, disiplin, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerjanya masing-masing.

“Sehingga terwujud aksi nyata yang mampu mengubah kinerja organisasi secara maksimal,” tambahnya.

Dorong Lahirnya Inovasi Pelayanan Publik

Sementara itu, Kepala BPSDMD Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa PKN Tingkat II bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial pejabat pimpinan tinggi pratama agar mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

Menurut Faried, peserta akan dibekali kemampuan menyusun alternatif kebijakan, merancang strategi organisasi yang terintegrasi, hingga menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan kebijakan dan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta kemajuan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sasaran utama pelatihan ini adalah mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kompetensi sesuai standar jabatan pimpinan tinggi pratama.

Berlangsung Hingga Oktober 2026

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 berlangsung mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026 dengan metode blended learning, yakni kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

Kurikulum pelatihan dibagi dalam empat agenda utama, yaitu mengelola diri, kepemimpinan strategis, manajemen strategis, dan aktualisasi kepemimpinan strategis.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Army Winarty, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, kepala BKPSD kabupaten/kota, widyaiswara, mentor, coach, serta para peserta pelatihan.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan fakta integritas oleh seluruh peserta dan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Gubernur Muhidin kepada dua perwakilan peserta, sebelum dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Lebih baru Lebih lama