
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai permainan skuad Garuda menunjukkan perkembangan positif meski masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal penyelesaian akhir.
Hal itu disampaikan Herdman usai Timnas Indonesia meraih kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik dalam laga uji coba internasional, Selasa (9/6).
Menurut Herdman, Indonesia sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Namun, efektivitas di depan gawang masih menjadi kendala yang membuat keunggulan tidak berkembang menjadi skor yang lebih besar.
“Ada saat-saat ketika para pemain tampil di level yang sangat tinggi. Kami hanya kurang dalam penyelesaian akhir,” ujar Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga mengakui timnya sempat terbawa ritme permainan yang terlalu transisional. Meski demikian, ia melihat para pemain mampu menunjukkan kualitas permainan yang baik dalam beberapa fase pertandingan.
Kemenangan atas Mozambik menambah catatan positif Timnas Indonesia dalam rangkaian laga internasional terbaru. Dari empat pertandingan uji coba yang dijalani, skuad Garuda membukukan tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Kemenangan Jadi Standar Baru
Herdman menegaskan dua kemenangan beruntun atas tim yang memiliki peringkat lebih tinggi bukanlah sesuatu yang perlu dirayakan secara berlebihan. Baginya, hasil tersebut harus menjadi standar baru bagi Timnas Indonesia.
Ia ingin seluruh pemain memiliki mentalitas untuk selalu memburu kemenangan dalam setiap agenda internasional yang dijalani.
“Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan ini penting karena kami belum melakukannya sejak 2024, menang beruntun atas tim yang peringkatnya lebih tinggi,” kata Herdman.
Menurutnya, keberhasilan menaklukkan dua tim dengan peringkat lebih baik dalam satu periode jeda internasional menjadi pencapaian yang menunjukkan arah perkembangan positif Timnas Indonesia.
Tantangan Menjaga Konsistensi
Meski puas dengan tren yang sedang dibangun, Herdman mengingatkan bahwa tantangan terbesar berikutnya adalah menjaga konsistensi performa dalam beberapa bulan ke depan.
Ia menyebut periode Juni selalu menjadi fase yang sulit karena sebagian besar pemain baru saja menyelesaikan musim kompetisi yang panjang dan memasuki masa libur.
“Juni selalu menjadi periode yang berat bagi para pemain karena mereka baru menyelesaikan musim kompetisi yang panjang,” ujarnya.
Herdman berharap Timnas Indonesia mampu mempertahankan tren positif tersebut hingga agenda internasional berikutnya pada Juli, Agustus, September, dan Oktober.
“Tantangan besar berikutnya adalah menjaga tren tidak terkalahkan ini hingga Juli, Agustus, lalu September dan Oktober. Itulah standar yang sedang kami dorong bersama kelompok pemain ini,” tegasnya.
Dengan performa yang terus meningkat, Timnas Indonesia kini dituntut tidak hanya mampu bersaing dengan tim-tim berperingkat lebih tinggi, tetapi juga tampil lebih tajam dalam memaksimalkan peluang menjadi gol.
Sumber : CNN Indonesia