Lifting Minyak Tembus 576 Ribu Barel per Hari, SKK Migas Optimistis Capai Target 2026

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak nasional hingga akhir Mei 2026 mencapai 576,2 ribu barel per hari (barrel oil per day/BOPD). Angka tersebut dinilai semakin mendekati target outlook sepanjang tahun yang diproyeksikan berada pada kisaran 600 ribu hingga 610 ribu BOPD.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan capaian lifting tersebut berasal dari produksi minyak sebesar 491,3 ribu BOPD, kondensat 55,8 ribu BOPD, serta natural gas liquids (NGL) sebesar 29,1 ribu BOPD.

“Untuk lifting minyak 2026 saat ini realisasinya sekitar 570 ribu barel oil per day. Outlook hingga akhir tahun berada di kisaran 600 ribu sampai 610 ribu barel oil per day,” ujar Djoko dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (3/6).

Selain sektor minyak, produksi gas bumi juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Mei 2026, realisasi produksi gas tercatat mencapai 6.550 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), mendekati target akhir tahun sebesar 6.787 MMSCFD.

Untuk mengejar target lifting minyak 610 ribu BOPD, SKK Migas akan mempercepat pengeboran sumur pengembangan di sejumlah wilayah kerja, termasuk area operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR). Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi nasional dalam beberapa bulan ke depan.

Selain pengeboran, peningkatan produksi juga akan didorong melalui berbagai program strategis yang telah berjalan, seperti program Triple 100 dan Fast Track Growth (FTG).

Berdasarkan data paparan SKK Migas, program FTG dari sisi subsurface memiliki target tambahan produksi sebesar 5.000 BOPD. Hingga saat ini, program tersebut telah merealisasikan sekitar 199 BOPD dan masih menyimpan potensi tambahan sekitar 4.800 BOPD.

Sementara itu, dari total 52 sumur pengembangan yang menjadi bagian dari program FTG dan Triple 100, sebanyak lima sumur telah berhasil direalisasikan dengan produksi awal berkisar antara 300 hingga 1.000 BOPD.

SKK Migas juga menaruh perhatian pada optimalisasi implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja guna meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.

Menurut Djoko, kontribusi produksi dari sumur masyarakat juga mulai menunjukkan hasil yang positif. Hingga Mei 2026, produksi alir harian dari sumur masyarakat telah mencapai sekitar 1.500 BOPD dan diperkirakan akan terus meningkat seiring optimalisasi program yang berjalan.

Dengan berbagai strategi tersebut, SKK Migas optimistis target lifting minyak nasional tahun 2026 dapat tercapai sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama