Trump Frustrasi ke Netanyahu, Israel Cabut Hak Palestina atas Masjid Ibrahimi

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Perselisihan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan internasional. Ketegangan itu muncul di tengah upaya perundingan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Trump secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap langkah Israel yang dinilai dapat mengganggu proses diplomasi dengan Iran.

Dalam pertemuan dengan wartawan pada Selasa (16/6/2026), Trump mengatakan Netanyahu perlu bertindak lebih bertanggung jawab, terutama terkait situasi di Lebanon.

Israel diketahui masih melakukan serangan ke Lebanon dengan alasan menargetkan kelompok Hizbullah yang merupakan sekutu Iran. Padahal, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon menjadi salah satu bagian dari pembahasan dalam proses negosiasi AS-Iran.

“Tanpa saya, Israel tidak akan ada,” kata Trump saat menyampaikan pandangannya mengenai hubungan kedua negara.

Sementara itu, Netanyahu menanggapi kesepakatan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang. Ia mengakui dirinya dan Trump tidak selalu memiliki pandangan yang sama dalam berbagai isu.

Menurut Netanyahu, perbedaan pendapat dengan Trump merupakan hal yang wajar meski keduanya tetap memiliki hubungan kerja sama.

Di sisi lain, Israel juga mengambil langkah kontroversial terkait situs keagamaan di Tepi Barat.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan telah mencabut kewenangan Palestina atas Gua Makhpela atau Makam Para Leluhur yang dikenal umat Muslim sebagai Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat.

Pengelolaan situs tersebut kemudian dialihkan kepada komite Israel yang berada di bawah pengaruh menteri sayap kanan tersebut.

Keputusan itu langsung mendapat kecaman dari Otoritas Palestina. Mereka menilai langkah Israel tersebut sebagai tindakan yang memperluas kendali terhadap wilayah Palestina.

Smotrich menyatakan situs tersebut tidak lagi dikelola oleh otoritas kota Hebron dan pengelolaannya akan berada di bawah pihak yang ditunjuk Israel.

Perkembangan tersebut terjadi ketika perhatian dunia masih tertuju pada hubungan Trump dan Netanyahu serta upaya diplomasi terkait konflik di kawasan Timur Tengah.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama