
Video penggerebekan dugaan aktivitas pelansiran bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, viral di media sosial.Foto-Dok/Barito Post.co.id
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Video penggerebekan dugaan aktivitas pelansiran bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah petugas dari Tim Macan Polda Kalimantan Selatan melakukan operasi pada Minggu (14/6/2026) malam. Beberapa orang yang diduga pelansir BBM tampak panik saat petugas datang ke lokasi.
Sebagian pelansir disebut sempat berusaha melarikan diri. Namun, beberapa lainnya berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa jeriken berisi BBM dan sepeda motor yang diduga digunakan untuk aktivitas tersebut.
Berdasarkan rekaman yang beredar, petugas menemukan adanya pengisian BBM ke dalam jeriken dalam jumlah besar. Saat pemeriksaan berlangsung, petugas mempertanyakan penggunaan banyak jeriken yang diduga digunakan untuk menampung BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Dalam video tersebut, petugas juga menanyakan mekanisme pembelian BBM yang mencapai ratusan liter serta penggunaan barcode sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi.
Selain mengamankan sejumlah orang, polisi turut menyita puluhan jeriken yang ditemukan di lokasi. Seluruh barang bukti kemudian dibawa menggunakan kendaraan operasional kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah video operasi tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warga menyoroti pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kalimantan Selatan.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Ia menyebut operasi dilakukan bersama Tim Macan Polda Kalimantan Selatan.
“Ya, itu kegiatan gabungan dengan Macan Polda Kalsel,” ujar Eru.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah orang yang diamankan maupun perkembangan penyelidikan.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Sumber : Barito post.co.id