![]() |
| Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Aula Disdikbud Balangan, Kamis (2/7/2026). |
SUARAMILENIAL.ID, BALANGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Aula Disdikbud Balangan, Kamis (2/7/2026).
Forum tersebut digelar sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Balangan, H. Abiji, mengatakan FKP menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Menurut dia, masukan dari masyarakat menjadi bahan penting dalam evaluasi penyelenggaraan layanan publik agar berjalan sesuai standar dan kebutuhan warga.
“Forum ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat agar pelayanan pendidikan terus meningkat, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Abiji.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas, Transparan, dan Partisipatif” itu turut menghadirkan Kepala Balai Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Wasimin.
Dalam kesempatan tersebut, Wasimin berharap forum ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas tenaga pendidik, mulai dari kepala sekolah hingga guru.
“Kepala sekolah yang baik akan mampu menghasilkan guru-guru yang baik di dalam sekolahnya,” katanya.
FKP 2026 juga dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Balangan, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Balangan, Badan Pengawas Sekolah, serta sekitar 60 perwakilan kepala satuan pendidikan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Balangan.
Dalam forum itu, Disdikbud Balangan memaparkan 13 jenis layanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Layanan tersebut antara lain pendampingan dana BOS, informasi publik, legalisir ijazah, rekomendasi mutasi guru dan siswa, penggantian ijazah/STTB, penanganan pengaduan masyarakat, hingga rekomendasi teknis pendirian satuan pendidikan.
Selain layanan publik, Disdikbud juga menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Balangan.
Program tersebut meliputi Kartu Balangan Pintar, Beasiswa Prestasi, keikutsertaan lomba PAUD, SD, dan SMP, pelatihan calon kepala sekolah, revitalisasi bahasa daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, Pemilihan Nanang Galuh, Jelajah Cagar Budaya, pembinaan kesenian, hingga Festival Budaya Banua Sanggam.
Melalui pelaksanaan FKP ini, Disdikbud Balangan berharap pelayanan pendidikan dan kebudayaan dapat semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Editor : Hendry Rusadi
