Pemkot Banjarmasin Bangun Drainase Baru Sepanjang 2,3 Kilometer, Anggarkan Rp7 Miliar

Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar pada 2026 untuk membangun jaringan drainase primer baru sepanjang 2,3 kilometer di sejumlah titik strategis.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar pada 2026 untuk membangun jaringan drainase primer baru sepanjang 2,3 kilometer di sejumlah titik strategis.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan layanan drainase sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan perkotaan.

Kepala Bidang Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Harwita Oktania, mengatakan pembangunan difokuskan pada sejumlah ruas jalan yang memiliki fungsi penting dalam mengalirkan debit air saat curah hujan tinggi, yakni Jalan Kelayan B, Jalan KS Tubun, Jalan Saka Permai, dan Jalan Madang.

“Yang dikerjakan tahun ini merupakan pembangunan saluran primer baru. Total panjangnya sekitar 2,3 kilometer dan kami targetkan selesai paling lambat akhir tahun ini,” ujar Harwita, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, proyek tersebut bukan sekadar normalisasi atau rehabilitasi saluran yang sudah ada, melainkan pembangunan jaringan drainase baru untuk memperluas cakupan layanan di Kota Banjarmasin.

Harwita menjelaskan, pembangunan saluran baru diprioritaskan karena perkembangan infrastruktur drainase di Banjarmasin selama ini masih berjalan lambat akibat keterbatasan anggaran. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan drainase rata-rata hanya mampu mencapai sekitar tiga kilometer setiap tahun.

Ia mengakui, kebutuhan pembangunan drainase di Kota Banjarmasin masih cukup besar. Saat ini, cakupan wilayah yang telah memiliki jaringan drainase layak baru mencapai sekitar 30 persen dari total panjang jalan yang ada.

“Kalau melihat panjang jalan yang ada, baru sekitar 30 persen yang memiliki drainase. Artinya, cakupan layanan masih harus terus ditingkatkan dan menjadi fokus pembangunan ke depan,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Dinas PUPR menerapkan skala prioritas pada pembangunan saluran baru di kawasan yang dinilai rawan genangan dan memiliki kepadatan aktivitas masyarakat.

Menurut Harwita, pembangunan jaringan baru dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memperbaiki saluran lama karena mampu memperluas layanan drainase sekaligus meningkatkan kapasitas aliran air.

Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum akhir 2026 sehingga sistem drainase baru dapat berfungsi optimal menghadapi musim hujan dan mendukung upaya pengurangan risiko banjir di sejumlah kawasan perkotaan.


Lebih baru Lebih lama