Pemuda Banjarmasin Ditantang Ciptakan Inovasi Digital untuk Atasi Persoalan Sampah

Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong generasi muda berperan aktif menghadirkan solusi inovatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui pemanfaatan teknologi digital.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong generasi muda berperan aktif menghadirkan solusi inovatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan lewat workshop bertajuk Redesign Ecocreative: Melalui Kreativitas dan Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat umum.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, mengatakan pemuda tidak cukup hanya menyampaikan kritik terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga harus mampu menawarkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Jangan hanya bisa menyampaikan kritik bahwa pemerintah belum mampu menyelesaikan persoalan sampah. Pemuda harus memberikan sumbangsih pemikiran, inovasi, dan kreativitas untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan ini,” ujar Ananda, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan mengubah cara pandang generasi muda terhadap pengelolaan sampah. Melalui pendekatan kreativitas dan teknologi digital, peserta didorong merancang solusi yang mampu mendukung pengurangan, pengelolaan, hingga daur ulang sampah agar memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Dalam workshop itu, peserta juga ditantang menciptakan berbagai inovasi, seperti aplikasi, platform digital, maupun gerakan kreatif yang dapat membantu mengatasi persoalan sampah dari tingkat masyarakat.

Selain menjadi wadah pengembangan ide, kegiatan tersebut juga mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang untuk membangun kolaborasi dalam merancang solusi lingkungan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Banjarmasin menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kota tersebut.

Melalui pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan pada konsep green economy agar mampu melihat peluang usaha dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama DPRD berharap berbagai inovasi digital yang lahir dari kegiatan tersebut dapat diimplementasikan secara nyata sehingga mampu mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Lebih baru Lebih lama