SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan keagamaan agar wawasan kebangsaan dapat dipahami lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Hal itu disampaikan Suripno saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila yang diikuti warga Kecamatan Banjarmasin Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Ketua Fraksi PKB DPRD Kalimantan Selatan itu mengatakan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat yang harus terus dipahami dan diamalkan.
Menurut Suripno, di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi penting agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak kehilangan arah dalam kehidupan berbangsa.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat kembali mengingat dan memahami bahwa Pancasila merupakan modal dasar bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga agar tidak melenceng dari cita-cita para pendiri bangsa,” ujar Suripno.
Ia menilai penyampaian materi melalui tausyiah menjadi salah satu metode yang efektif karena mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran agama, khususnya mengenai persaudaraan, toleransi, dan tanggung jawab sosial.
Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Muhari yang menjadi narasumber menekankan pentingnya mengamalkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Muhari, sila pertama mengajarkan masyarakat untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus menghormati perbedaan keyakinan. Sementara sila ketiga menjadi landasan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.
“Kita harus saling rukun, saling menghormati meskipun berbeda. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia,” kata Muhari.
Suripno berharap penguatan wawasan kebangsaan melalui pendekatan keagamaan dapat mendorong masyarakat tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
