SUARAMILENIAL.ID, TANAH BUMBU – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang diduga terjatuh dari Tug Boat (TB) Jhoni 32 di Perairan Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026).
Korban diketahui berinisial YT (24), warga Komplek Berkat Mandiri Blok J Nomor 12, Batulicin. Hingga Rabu sore, korban masih dalam pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menerima laporan kondisi membahayakan manusia tersebut pada pukul 14.45 Wita dari Rahmatullah, anggota Safety JB Group. Laporan menyebutkan seorang awak kapal diduga hilang setelah terjatuh ke laut dan membutuhkan bantuan operasi pencarian.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu diduga terjadi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Saat itu, Kepala Kamar Mesin (KKM) TB Jhoni 32 yang sedang bersandar di Pelabuhan Bunati menemukan telepon genggam milik korban di meja mess room kapal.
Namun, korban tidak berada di kamar maupun di area sekitar kapal. Kru kapal kemudian menduga korban terjatuh ke laut saat beraktivitas.
Seluruh awak kapal sempat melakukan pencarian awal di sekitar kapal, tetapi korban belum berhasil ditemukan. Pihak kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR Batulicin untuk meminta bantuan pencarian.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin pada Rabu pukul 15.05 Wita.
Tim yang beranggotakan lima personel tersebut menggunakan kendaraan Rescue Carrier dan diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 17.05 Wita untuk segera melaksanakan operasi pencarian.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Unit Siaga SAR Batulicin, Satpolair Polres Tanah Bumbu, TNI AL Tanah Bumbu, serta PT JMT.
Dalam operasi tersebut, tim dilengkapi sejumlah peralatan, seperti Rescue Carrier, perahu karet (Rubber Boat), perangkat komunikasi, peralatan penyelamatan di air, dua set perlengkapan selam, serta peralatan pendukung lainnya.
Pencarian difokuskan dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan pemantauan area perairan yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Hingga operasi dimulai, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan tidak terdapat kendala berarti yang menghambat pelaksanaan pencarian.
SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan seluruh unsur SAR bergerak secara terpadu untuk mengoptimalkan pencarian korban.
“Setelah menerima laporan, tim rescue segera kami kerahkan menuju lokasi kejadian dengan membawa personel dan peralatan yang diperlukan. Operasi pencarian dilaksanakan secara terkoordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan guna memaksimalkan peluang menemukan korban secepat mungkin,” ujar Putu.
Ia menambahkan, hingga rilis tersebut diterbitkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.
Putu juga mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja di wilayah perairan, agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri sesuai prosedur serta segera melaporkan kepada Basarnas atau instansi terkait apabila terjadi keadaan darurat.
“Hingga saat ini operasi SAR masih berlangsung dan seluruh unsur gabungan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal di sekitar Perairan Bunati. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan sesuai hasil operasi di lapangan,” katanya.
