Transformasi Operasional Dongkrak Kinerja, TPK Banjarmasin Layani 282.265 TEUs pada Semester I 2026

Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) mencatat kinerja operasional positif sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, terminal tersebut melayani arus peti kemas sebanyak 236.990 boks atau setara 282.265 TEUs.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) mencatat kinerja operasional positif sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, terminal tersebut melayani arus peti kemas sebanyak 236.990 boks atau setara 282.265 TEUs.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan realisasi kumulatif hingga Mei 2026 yang mencapai 232.856 TEUs. Penambahan 49.409 TEUs terjadi seiring meningkatnya aktivitas bongkar muat dan distribusi barang selama Juni 2026.

Peningkatan kinerja itu didukung oleh kesiapan operasional terminal dalam mengakomodasi pertumbuhan arus kapal dan peti kemas melalui penguatan kapasitas layanan, optimalisasi proses operasional, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi operasional yang terus dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Capaian Semester I 2026 merupakan hasil komitmen seluruh insan TPK Banjarmasin dalam menjalankan transformasi operasional secara berkelanjutan. Kami terus memastikan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, peralatan, dan sistem pendukung agar setiap peningkatan arus peti kemas dapat diantisipasi dengan baik,” ujar Sirin, Jumat (17/7/2026).

Menurut dia, fokus perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menghadirkan layanan yang aman, andal, efisien, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa.

Sebagai bagian dari transformasi, TPK Banjarmasin terus memperkuat implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara untuk mendukung perencanaan kapal, pengelolaan lapangan penumpukan, hingga pemantauan kegiatan bongkar muat secara terintegrasi.

Di sisi infrastruktur, perusahaan juga mengoperasikan empat unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung operasional terminal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, perusahaan memperkuat fungsi Planning and Control, pelaksanaan daily operational meeting, serta evaluasi kinerja berbasis indikator operasional guna memastikan setiap proses berjalan efektif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika operasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi budaya Operational Excellence di lingkungan TPK Banjarmasin.

Kepala Cabang PT Tanto Intim Line Cabang Banjarmasin, Rifqi Novega Dwi Putra, menilai transformasi yang dilakukan TPK Banjarmasin telah memberikan dampak positif terhadap pelayanan kepada perusahaan pelayaran.

“Kami melihat adanya konsistensi peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari pengelolaan operasional kapal, kelancaran arus peti kemas, hingga koordinasi yang semakin efektif dengan pengguna jasa. Kondisi tersebut memberikan kepastian layanan dan mendukung efisiensi operasional pelayaran,” kata Rifqi.

Ia optimistis TPK Banjarmasin akan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik di Kalimantan Selatan.

Ke depan, TPK Banjarmasin akan melanjutkan transformasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi digitalisasi layanan, modernisasi fasilitas dan peralatan, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Perusahaan optimistis berbagai langkah tersebut akan semakin memperkuat peran TPK Banjarmasin sebagai simpul logistik strategis di Kalimantan Selatan, sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Lebih baru Lebih lama