679.000 Rekening Pelajar Baru Dibuka, OJK Dorong Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Sebanyak 679.000 rekening pelajar baru dibuka melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sepanjang September 2025 hingga Juni 2026. 

SUARAMILENIAL.ID, BEKASI — Sebanyak 679.000 rekening pelajar baru dibuka melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sepanjang September 2025 hingga Juni 2026. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pembukaan rekening tersebut diikuti pembiasaan menabung dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.

Selain pembukaan rekening, OJK mencatat lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di sekitar 122.000 sekolah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak dini untuk membentuk kemandirian finansial generasi muda.

”Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” kata Friderica dalam puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Menurut Friderica, kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Hal yang lebih penting ialah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin.

Perluasan akses keuangan

Program KEJAR tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah rekening pelajar, tetapi juga memperluas akses terhadap layanan keuangan. 

OJK menilai kepemilikan rekening perlu disertai edukasi agar pelajar memahami manfaat dan risiko produk keuangan serta dapat menggunakannya secara tepat.

Pada 2026, rangkaian Hari Indonesia Menabung juga menyasar Sekolah Rakyat. Pelajar dari keluarga prasejahtera menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan dalam perluasan akses dan edukasi keuangan.

OJK menargetkan penguatan budaya menabung dilakukan secara berkelanjutan bersama industri jasa keuangan, pemerintah, dan satuan pendidikan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mencapai tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045.

Editor    : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama