Gunung Ungaran Bakal Dibangun PLTP, Bahlil Terbitkan Izin untuk PLN

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerbitkan izin panas bumi untuk PT PLN (Persero) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerbitkan izin panas bumi untuk PT PLN (Persero) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.

Izin tersebut menjadi dasar bagi PLN untuk mengembangkan potensi energi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran.


Selain Gunung Ungaran, pemerintah juga menerbitkan izin panas bumi untuk WKP Telaga Ranu kepada PT Telaga Ranu Geothermal.


Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan penerbitan izin tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM.


Hal itu disampaikan Eniya dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).


“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri karena telah merilis penerbitan SK untuk Izin Panas Bumi,” kata Eniya.


Menurut dia, SK tersebut akan diberikan untuk pengembangan WKP Gunung Ungaran oleh PLN. Sementara WKP Telaga Ranu diberikan kepada PT Telaga Ranu Geothermal.


Pemerintah Siapkan Penawaran Wilayah Panas Bumi


Selain menerbitkan izin, pemerintah menyiapkan penawaran lima WKP serta tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) sepanjang 2026.


PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mendapat penugasan untuk melakukan survei pendahuluan panas bumi di wilayah Cugudang Panti. Sementara wilayah Bituang diberikan kepada PT Cakrawala Bituang Geothermal.


Eniya mengatakan pemerintah juga tengah membahas revisi Peraturan Pemerintah Nomor 7. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah mekanisme lelang yang dilakukan dalam satu tahap.


Potensi Panas Bumi Indonesia Besar


Kementerian ESDM mencatat total potensi panas bumi Indonesia mencapai 23.202,77 megawatt (MW). Namun, kapasitas pembangkit yang telah terpasang baru mencapai 2.776,39 MW.


Dengan demikian, sekitar 88,4 persen potensi panas bumi nasional masih belum dimanfaatkan.


Eniya menilai pengembangan panas bumi perlu dipercepat agar potensi energi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.


Menurut dia, panas bumi memiliki keunggulan karena dapat menghasilkan listrik secara terus-menerus selama 24 jam. Karena itu, energi panas bumi dinilai berpeluang bersaing dengan pembangkit berbahan bakar fosil, termasuk batu bara dan diesel.


“Panas bumi yang kita kenal ini nantinya sangat bisa bersaing dengan diesel, sangat bisa bersaing dengan bahan bakar dari fosil, batu bara ataupun diesel karena 24 jam bisa menghadirkan listrik,” ujar Eniya.


Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama