Pemkot Banjarmasin Siapkan Tujuh Regulasi Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan tujuh regulasi untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satu regulasi tersebut mengatur pengelolaan sampah berbasis kawasan, termasuk di lingkungan pendidikan. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan tujuh regulasi untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satu regulasi tersebut mengatur pengelolaan sampah berbasis kawasan, termasuk di lingkungan pendidikan.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, kebijakan tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

Hal itu disampaikan Ichrom saat menghadiri pembukaan Kampanye World Cleanup Day 2026 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Selasa (18/8/2026).

Menurut Ichrom, ULM menjadi salah satu lokasi awal penerapan pengelolaan sampah berbasis kawasan. Pemerintah kota siap mendukung upaya kampus tersebut untuk mengelola sampah secara mandiri.

"Yang pertama kali dilaksanakan di Kampus ULM. Tadi Pak Rektor juga menyampaikan akan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa terkait pengelolaan sampah. Ini sejalan dengan yang disiapkan Pemkot," kata Ichrom.

Ia mengatakan, Pemkot Banjarmasin akan membantu ULM mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan kampus.

"Insyaallah kami akan membantu ULM mewujudkan niat mengelola sampah secara mandiri, 100 persen di dalam kampus," ujarnya.

Menyasar Berbagai Sektor

Ichrom mengatakan, tujuh regulasi yang disiapkan Pemkot Banjarmasin tidak hanya menyasar kawasan pendidikan. Regulasi juga diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah pada sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), katering, agen 3R, hingga bank sampah.

Pengelolaan sampah, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar kebijakan dapat berjalan efektif.

"Pemerintah kota tidak mungkin berjalan sendiri. Perlu dukungan semua pihak," kata Ichrom.

Kehadiran Ichrom dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin. Kampanye World Cleanup Day 2026 di ULM dibuka Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Hanif mengatakan, ULM diharapkan menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mampu mengelola sampah secara mandiri hingga 100 persen.

Menurut dia, terdapat tiga persoalan utama dalam pengelolaan sampah nasional, yakni tata kelola, sistem pengolahan, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).

"Tiga masalah substansial sampah nasional adalah tata kelola, sistem pengolahan, dan KIE. Melalui UKM dan KKN Tematik di ULM, saya yakin dalam waktu tidak lama bisa jadi contoh pertama di Tanah Air," kata Hanif.

Ia juga mengapresiasi upaya Banjarmasin dalam menangani persoalan sampah. Menurut Hanif, karakteristik kota yang banyak bergantung pada sungai membuat pengelolaan sampah di Banjarmasin memiliki tantangan tersendiri.

"Kalau Banjarmasin bisa ditangani serius, akan jadi parameter regional Kalimantan. Kalau Banjarmasin bisa, yang lain mestinya tidak serumit Banjarmasin," ujarnya.

ULM Bentuk UKM Peduli Sampah

Rektor ULM Ahmad Alim Bachri mengatakan, keterlibatan kampus dalam pengelolaan sampah merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

ULM, kata dia, akan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Sampah yang diharapkan menjadi penggerak sekaligus duta kampus dalam pengelolaan lingkungan.

"Mudah-mudahan hari ini jadi kebangkitan pengolahan sampah yang lebih sistematis. Kita akan bentuk UKM peduli sampah sebagai duta ULM bekerja sama dengan pemerintah daerah," kata Ahmad.

Sementara itu, National Leader World Cleanup Day Indonesia Andy Bahari mengatakan, rangkaian kegiatan World Cleanup Day 2026 digelar dalam rentang waktu sekitar 2,5 bulan. Periode tersebut dipilih agar gerakan kebersihan dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

World Cleanup Day merupakan gerakan lingkungan yang dilaksanakan serentak di berbagai negara dan telah masuk dalam kalender resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di Indonesia, World Cleanup Day 2026 mengusung tema "Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Memerdekakan Sampah"

Kegiatan berlangsung pada 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026, dengan puncak kegiatan dijadwalkan pada 20 Oktober 2026 di Universitas Atma Jaya Jakarta.

Kegiatan di ULM turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Jefrie Fransyah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, civitas akademika ULM, serta relawan lingkungan.

Lebih baru Lebih lama