Karya Kreatif Indonesia 2026 Jadi Momentum Perkuat Akses Pasar dan Pembiayaan UMKM Kalsel

Penguatan akses pasar dan pembiayaan menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Bank Indonesia mendorong kemitraan antara korporasi dan UMKM melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM.

SUARAMILENIAL.ID
, BANJARMASIN
— Penguatan akses pasar dan pembiayaan menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Bank Indonesia mendorong kemitraan antara korporasi dan UMKM melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan gerakan tersebut dapat memperkuat intermediasi sektor keuangan sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk terhubung dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi.

Hal itu disampaikan Thomas saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas” di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama otoritas dan penggiat UMKM.

KKI 2026 mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare”, yang berarti berdaya bersama-sama.

“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas.

Menurut dia, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.

Korporasi Jadi Pengungkit UMKM

Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, pelaku usaha kecil dihubungkan dengan rantai pasok dan rantai nilai perusahaan melalui kemitraan.

Korporasi memiliki akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas serta produktivitas.

Kemitraan tersebut juga diharapkan membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi UMKM.

Dalam KKI 2026, upaya itu antara lain diwujudkan melalui fasilitasi business matching. Bank Indonesia menargetkan nilai omzet dan business matching ekspor mencapai Rp446,9 miliar. Adapun business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, ditargetkan mencapai Rp212,8 miliar.

Di Kalimantan Selatan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan telah memfasilitasi business matching ekspor kepada dua UMKM dengan nilai Rp2,08 miliar sepanjang 2026 hingga Agustus.

Sementara itu, business matching pembiayaan telah melibatkan 112 UMKM dengan nilai Rp8,7 miliar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di daerah sehingga mereka dapat memperluas pasar dan mengembangkan usaha.

Pembiayaan UMKM Terus Didorong

Akselerasi pembiayaan UMKM juga terlihat dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan.

Hingga 30 Juni 2026, realisasi KUR di Kalsel mencapai Rp2,69 triliun kepada 37.385 debitur. Skema mikro menjadi yang terbesar dengan nilai Rp1,76 triliun.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur.

Bank Indonesia juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan penggunaan SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan). Aplikasi tersebut membantu pelaku usaha melakukan pencatatan keuangan secara lebih teratur

Pendataan pelaku usaha yang berpotensi mendapatkan pembiayaan juga dilakukan melalui aplikasi BISAID.

Penguatan ekosistem UMKM dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan untuk mendorong legalitas usaha UMKM.

Legalitas usaha dinilai penting karena dapat meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap pelaku usaha sekaligus membuka peluang memperoleh pembiayaan.

Bank Indonesia Kalsel juga bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Selatan dalam pembinaan pelaku usaha ultra mikro dan masyarakat prasejahtera.

Melalui berbagai upaya tersebut, Bank Indonesia mengajak korporasi dan pemangku kepentingan memperkuat intermediasi pembiayaan ke sektor riil, terutama UMKM.

Gerakan Korporasi Gandeng UMKM diharapkan membuat semakin banyak pelaku usaha terhubung dengan rantai nilai korporasi, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta berkembang menjadi usaha yang lebih besar.

Semangat “Beudaya Meusare Sare” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema KKI 2026, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat UMKM, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama