Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman Apresiasi Pengelolaan Pertanian HSU saat Kemarau

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan, keberlanjutan kegiatan tanam di tengah curah hujan yang terbatas menjadi salah satu kekuatan HSU dalam menjaga produksi pangan. 

SUARAMILENIAL.IDAMUNTAI — Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, tetap mempertahankan kegiatan tanam padi meskipun memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kemampuan petani dan pemerintah daerah menyesuaikan pola pertanian dengan karakter lahan rawa lebak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan, keberlanjutan kegiatan tanam di tengah curah hujan yang terbatas menjadi salah satu kekuatan HSU dalam menjaga produksi pangan. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri tanam padi perdana di Desa Sungai Durait Hilir, Kecamatan Babirik, Selasa (4/8/2026).

Menurut Syamsir, HSU merupakan salah satu daerah pemasok produksi padi bagi Kalimantan Selatan. Pada 2025, produksi padi HSU tercatat sekitar 84.000 ton.

"Yang patut kita banggakan adalah Hulu Sungai Utara menjadi salah satu daerah penyuplai produksi padi Kalimantan Selatan yang luar biasa, yakni 84.000 ton pada 2025," kata Syamsir.

Kegiatan tanam padi tersebut dihadiri Bupati HSU H Sahrujani, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, perwakilan Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, camat, kepala desa, serta petani setempat.

Syamsir mengatakan, karakter sebagian besar wilayah HSU yang berupa rawa lebak menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan pertanian. Lahan tersebut tidak selalu dapat ditanami ketika tergenang, tetapi dapat kembali dimanfaatkan setelah air surut.

Karena itu, menurut dia, penyesuaian waktu tanam menjadi penting untuk menjaga kesinambungan produksi. Upaya tersebut juga perlu didukung ketersediaan sarana produksi, pendampingan penyuluh, serta dukungan pemerintah.

Syamsir berharap petani terus mempertahankan produktivitas untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menyebut produksi pangan Kalsel mencapai sekitar 1,2 juta ton.

"Swasembada pangan kita hari ini luar biasa. Kalimantan Selatan menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk regional Kalimantan, dengan produksi sebesar 1,2 juta ton," ujarnya.

Dukungan pemerintah daerah

Bupati HSU H Sahrujani mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi dorongan bagi pemerintah kabupaten untuk mempertahankan produksi pertanian. Dukungan tersebut antara lain berupa bantuan alat pertanian dan pendampingan kepada petani.

Menurut Sahrujani, pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan pertanian tetap berlangsung sehingga produksi dan pendapatan petani dapat dipertahankan sepanjang tahun.

"Kegiatan ini merupakan tanggung jawab kami bersama Wakil Bupati untuk menjadikan Hulu Sungai Utara sebagai daerah agrominapolitan," kata Sahrujani.

Selain kegiatan tanam, pertemuan tersebut diisi dialog antara pemerintah dan petani. Dalam forum itu, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan, kendala, serta usulan terkait sarana dan prasarana pertanian.

Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan petani.

Editor    : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama