Presiden CAF Akui FIFA Bermasalah di Tengah Kontroversi Gianni Infantino

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe mengakui terdapat sejumlah persoalan di tubuh FIFA yang perlu segera diperbaiki. Pernyataan itu disampaikan di tengah kontroversi yang melibatkan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana penjualan saham Piala Dunia.

Dikutip dari Sky Sports, Motsepe menjadi wakil presiden FIFA pertama yang memberikan wawancara setelah mencuatnya kontroversi mengenai pembicaraan rahasia terkait rencana penjualan saham Piala Dunia.


Meski mengakui adanya persoalan, Motsepe mengatakan CAF telah berkonsultasi dengan ahli hukum. Hasilnya, menurut dia, tidak ditemukan pelanggaran aturan dalam pembicaraan mengenai rencana tersebut.


“ Ada banyak hal bermasalah dan negatif yang harus mereka perbaiki,” kata Motsepe.


Menurut Motsepe, Infantino juga telah meminta maaf dan mengakui bahwa terdapat sejumlah hal yang semestinya dapat ditangani dengan cara berbeda.


Namun, Motsepe meminta pihak-pihak yang tidak puas dengan kepemimpinan Infantino tetap mengikuti prosedur yang berlaku di FIFA.


“Jika Anda ingin melengserkannya, tempuhlah jalur pemilihan. Biarkan 211 asosiasi anggota yang memutuskan,” ujar Motsepe.


Minta Semua Pihak Ikuti Proses Pemilihan


Motsepe mengatakan FIFA akan menghadapi proses pemilihan presiden pada tahun depan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada 211 asosiasi anggota FIFA untuk menentukan masa depan organisasi tersebut melalui mekanisme pemilihan.


“ Kita harus sangat berhati-hati. Ada pemilihan yang akan berlangsung tahun depan,” kata Motsepe.


CAF sendiri menjadi salah satu konfederasi yang masih mendukung Infantino, bersama Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).


Di sisi lain, Presiden UEFA Aleksander Ceferin disebut menjadi salah satu tokoh yang mendorong adanya perubahan kepemimpinan di FIFA bersama sejumlah pihak dari AFC dan Concacaf.


Motsepe menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru memberikan penilaian terhadap berbagai tudingan yang berkembang.


“Saya telah mendengar banyak cerita mengenai berbagai masalah dan saya berhati-hati dalam memberikan penilaian terhadap apa pun,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap pihak untuk menyampaikan pandangan dan mendapatkan proses yang adil.


“Setiap orang berhak didengar,” kata Motsepe.


Infantino sendiri dijadwalkan kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027. Proses tersebut nantinya menjadi momentum bagi 211 asosiasi anggota FIFA untuk menentukan apakah masih memberikan kepercayaan kepada Infantino atau memilih pemimpin baru.


Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama