Sekdaprov Kalsel Ikut Bermain Balogo di Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin ikut memainkan balogo dalam Puncak Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru Emas di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Sabtu (29/8/2026). Foto-Dok MC Kalsel

SUARAMILENIAL.ID, BANJARBARU  — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin ikut memainkan balogo dalam Puncak Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru Emas di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Sabtu (29/8/2026).

Syarifuddin yang juga Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalsel menjadi salah satu peserta yang mencoba permainan tradisional masyarakat Banjar tersebut. 

Balogo merupakan salah satu cabang yang dipertandingkan dalam festival yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Syarifuddin, festival olahraga tradisional tidak sekadar menjadi hiburan. Permainan seperti balogo, bagasing, dan kuntau merupakan bagian dari warisan budaya Banjar yang mengandung nilai ketangkasan, kecermatan, kesabaran, kejujuran, dan kebersamaan.

”Olahraga tradisional seperti balogo, bagasing, atau kuntau adalah warisan budaya Banjar yang sarat nilai. Bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi di dalamnya ada ketangkasan, kecermatan, kesabaran, kejujuran, serta kebersamaan,” kata Syarifuddin.

Ia mengatakan, festival tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) KORMI Kalsel VII di Kabupaten Tapin. 

Porda tersebut menjadi salah satu tahapan persiapan Kalsel untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (Pornas) KORMI 2027 di Jawa Timur.

Kenalkan permainan tradisional

Syarifuddin menilai keberadaan festival olahraga tradisional semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Permainan tradisional, menurut dia, mulai jarang dikenal dan dimainkan anak-anak.

Karena itu, pemanfaatan ruang publik seperti Lapangan Murjani untuk mengenalkan kembali permainan tradisional dinilai dapat menjadi sarana mendekatkan olahraga tersebut kepada generasi muda.

”Saya berharap festival ini berlanjut menjadi pembinaan yang teratur sehingga olahraga tradisional hidup setiap hari di kampung, sekolah, dan ruang-ruang publik,” ujarnya.

Selain balogo, Syarifuddin bersama Asisten II Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru Marhein Rahman, Ketua Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru Riyandi Hidayat, dan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga memainkan karambol atau trombol.

Sebelumnya, Syarifuddin turut menyerahkan piala dan hadiah kepada peserta sejumlah perlombaan yang digelar dalam rangkaian festival tersebut.

Festival Olahraga Tradisional Banjarbaru Emas berlangsung pada 18-29 Agustus 2026. Sejumlah permainan dan olahraga tradisional dipertandingkan, antara lain sepak bola berjalan, balogo, bela diri kuntaw, balap karung, gobak sodor atau asinan, PBB mata tertutup, serta senam bersama jantung sehat.

Editor    : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama