
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin meminta dukungan dunia usaha untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin meminta dukungan dunia usaha untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Lebih dari 300 perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Selatan akan dikonsolidasikan untuk terlibat dalam penanganan karhutla secara serentak.
Hal tersebut disampaikan H. Muhidin dalam Rapat Koordinasi Monitoring Penanggulangan Kebakaran Hutan di Wilayah Kalimantan Selatan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Muhidin memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla di Kalsel, termasuk kawasan Ring 1 di sekitar Bandara Syamsudin Noor yang masih menjadi perhatian.
Menurut dia, petugas terus melakukan penjagaan setiap hari untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kondisi serupa juga terjadi di sekitar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Kebakaran di kawasan tersebut sempat membesar sehingga sejumlah penghuni kamar rumah sakit harus dievakuasi.
Pemerintah kemudian mengerahkan ekskavator untuk mengamankan area sekitar rumah sakit sekaligus membuka akses guna mencegah api mendekat.
“Yang di Sambang Lihum itu kemarin kebakarannya cukup besar. Penghuni kamar kita evakuasi, kemudian kita turunkan ekskavator untuk mengamankan sekitar rumah sakit,” kata Muhidin.
Muhidin mengatakan, Pemprov Kalsel bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), petugas lapangan, dan relawan terus melakukan pemadaman.
Namun, dukungan perusahaan dinilai diperlukan untuk menambah kekuatan personel, peralatan, dan kemampuan operasional di lapangan.
Sejumlah perusahaan, seperti Jhonlin dan Antang Gunung Meratus, telah memberikan dukungan dalam penanganan karhutla.
Muhidin mengapresiasi dukungan tersebut dan mengajak perusahaan lainnya ikut mengambil bagian dalam upaya penanggulangan karhutla.
“Dan pada hari ini, alhamdulillah, atas undangan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan ini, konsolidasi antara pemerintah daerah bersama lebih dari 300 perusahaan ini semoga dapat mempercepat penanganan karhutla yang Insyaallah kita akan lakukan secara serentak nantinya,” ujarnya.
Pemerintah kerahkan ribuan personel
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Penanganan akan dilakukan secara serentak dengan melibatkan unsur pemerintah dan dunia usaha.
“Kita akan mulai dalam waktu segera dan dilakukan serentak dalam satu kesatuan waktu yang melibatkan semua unsur-unsur kekuatan ekonomi, kekuatan pemerintahan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Hanif.
Hanif mengatakan langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Karhutla.
Melalui Inpres tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga mendapat mandat melakukan penanganan dan penanggulangan karhutla di kawasan swasembada pangan, energi, dan air.
Khusus di Kalsel, pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap penanganan karhutla selama sekitar 1,5 bulan terakhir, terutama di wilayah Ring 1 atau kawasan utama karhutla di Banjarbaru yang didominasi lahan gambut.
“Ini terjadi di daerah gambut. Sepertinya kita mengingat ketersediaan air yang semakin terbatas. Kita perlu melakukan gerakan massal dalam rangka penanggulangan karhutla,” ujar Hanif.
Menurut Hanif, sepanjang Agustus, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan mengerahkan hampir 3.500 personel setiap hari.
Penanganan tersebut juga didukung lebih dari 300 pompa air dan lebih dari 30 unit alat berat.
Namun, kemarau panjang membuat penanganan karhutla di lapangan menghadapi tantangan.
“Namun ternyata kering yang cukup panjang tidak memudahkan (karhutla) untuk ditanggulangi. Sehingga segala macam metodologi kita tempuh untuk kita lakukan,” katanya.
Api akan dipadamkan secara serentak
Untuk langkah jangka pendek, Hanif menegaskan pentingnya mengerahkan seluruh kekuatan secara bersamaan.
Setiap titik api yang muncul akan langsung ditangani agar tidak berkembang dan menjalar ke wilayah lain.
“Kita kemudian merencanakan ke depan bahwa ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang muncul api harus dilakukan pemadaman serentak, sehingga api tidak sempat lagi menjalar,” ujar Hanif.
Dalam dialog dengan perwakilan perusahaan, pemerintah juga menjelaskan pola pengerahan serta kebutuhan dukungan di lapangan.
Keterlibatan dunia usaha diarahkan untuk memperkuat personel, pompa air, alat berat, serta dukungan operasional lainnya sesuai kemampuan masing-masing perusahaan.
Konsolidasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan membuat penanganan karhutla di Kalsel berlangsung lebih cepat dan terpadu, sekaligus memperkuat pencegahan agar titik api tidak kembali muncul di kawasan yang telah ditangani.
Turut hadir dalam rapat tersebut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Hanifah Dwi Nirwana, Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Sentot Adi Dharmawan, serta sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.