Pemkot Banjarmasin Siapkan Jaringan Pipa untuk Atasi Krisis Air Bersih

 Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi gangguan pasokan air bersih akibat intrusi air laut ke Sungai Martapura. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN  — Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi gangguan pasokan air bersih akibat intrusi air laut ke Sungai Martapura. 

Salah satu rencana yang dibahas ialah pembangunan jaringan pipa berdiameter 1.200 milimeter sepanjang sekitar 9,3 kilometer dari kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PT Air Minum (AM) Bandarmasih.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurut dia, air baku yang sumbernya bertumpu pada Sungai Martapura tidak dapat diolah secara optimal ketika kadar garam akibat intrusi air laut mencapai sekitar 8.000 miligram per liter.

“Masuknya air laut ke wilayah intake atau pengambilan air baku ini berdampak pada menurunnya distribusi air bersih hingga 40-60 persen di sejumlah wilayah pelayanan,” kata Ichrom di Banjarmasin, Minggu.

Untuk mencari solusi, Pemkot Banjarmasin bersama PT AM Bandarmasih melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta Selatan. 

Pemerintah kota berharap pemerintah pusat mendukung upaya pengamanan pasokan air baku Banjarmasin saat musim kemarau.

“Saya mewakili Pak Wali Kota beserta Dirut PT AM Bandarmasih telah melaksanakan audiensi itu di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Jakarta Selatan,” ujar Ichrom.

Usulkan Pipa dari Sungai Tabuk

Salah satu rencana yang dibahas ialah membangun jaringan pipa dari kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PT AM Bandarmasih.

Ichrom mengatakan, sumber air yang berada lebih ke hulu diharapkan lebih terlindung dari pengaruh intrusi air laut. Dengan demikian, ketersediaan air baku untuk Kota Banjarmasin dapat diperkuat.

“Sumber air yang berada lebih ke hulu diharapkan dapat mengurangi pengaruh air laut sekaligus memperkuat ketersediaan air baku Kota Banjarmasin,” katanya.

Sambil menunggu solusi jangka panjang, PT AM Bandarmasih melakukan sejumlah penanganan sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Perusahaan daerah itu mendistribusikan air menggunakan mobil tangki dan memasang 27 tandon dengan kapasitas masing-masing 3.000 liter.

Pemkot Banjarmasin mendorong agar persoalan pasokan air tidak hanya ditangani ketika terjadi krisis. Pemerintah kota menginginkan adanya solusi yang dapat menjaga ketersediaan air baku secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau.

Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PT AM Bandarmasih untuk menjaga kebutuhan air bersih masyarakat.

Lebih baru Lebih lama