Religi Expo XI Gelar Doa Bersama dan Nyala Lilin untuk Korban Bencana

Suasana Religi Expo XI 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berubah hening pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (26/9/2026). Panitia mengajak peserta dan pengunjung mengheningkan cipta, berdoa bersama, serta menyalakan lilin untuk masyarakat yang terdampak bencana.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Suasana Religi Expo XI 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berubah hening pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (26/9/2026). 

Panitia mengajak peserta dan pengunjung mengheningkan cipta, berdoa bersama, serta menyalakan lilin untuk masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan yang digagas Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin itu menjadi bagian dari Malam Solidaritas sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana.

Direktur LK3 Banjarmasin Abdani Solihin mengatakan seluruh peserta dan pengunjung diajak berhenti sejenak dari aktivitas Religi Expo untuk berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

"Malam ini kita berhenti sejenak dari seluruh aktivitas Religi Expo. Kita mengajak seluruh panitia, peserta dan pengunjung untuk hening dan berdoa sesuai keyakinan masing-masing, untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana," ujar Abdani.

Menurut dia, perbedaan agama dan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kepedulian terhadap sesama.

"Kita mungkin berbeda dalam keyakinan dan cara berdoa, tetapi kita bisa bersama-sama merasakan duka dan kepedulian. Doa kita masing-masing menjadi ungkapan kemanusiaan dan harapan agar para korban diberikan kekuatan, keluarga yang kehilangan diberi ketabahan, serta para relawan diberikan keselamatan," katanya.

Lilin sebagai Simbol Harapan

Setelah doa bersama, peserta dan pengunjung menyalakan lilin sebagai simbol solidaritas dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Abdani mengatakan cahaya lilin menjadi pengingat agar masyarakat tidak kehilangan harapan di tengah situasi sulit.

"Lilin ini mungkin kecil, tetapi ketika kita nyalakan bersama, ia menjadi cahaya. Ini menjadi simbol bahwa di tengah duka dan bencana, kita tidak boleh kehilangan harapan dan kepedulian," ujarnya.

Ia menambahkan, solidaritas tidak cukup diwujudkan melalui doa dan simbol. Kepedulian juga perlu dilanjutkan dengan tindakan nyata untuk membantu masyarakat terdampak.

"Doa adalah bagian dari solidaritas. Tetapi solidaritas juga mengajak kita untuk melihat apa yang bisa kita lakukan setelah ini. Bagaimana kita dapat membantu, mendukung para korban, dan menguatkan mereka yang sedang berada dalam situasi sulit," kata Abdani.

Religi Expo XI berlangsung pada 25-27 September 2026 di kawasan depan Kantor Eks Gubernur Kalimantan Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin.

Kegiatan tersebut mempertemukan komunitas lintas agama dan budaya, masyarakat, pemuda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Abdani mengatakan kegiatan solidaritas tersebut menjadi bagian dari pesan Religi Expo bahwa keberagaman dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian dan persaudaraan.

"Kita berbeda dalam keyakinan, tetapi kita bisa bersama dalam kemanusiaan. Malam ini kita menyalakan lilin sebagai tanda bahwa harapan harus tetap hidup," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama